Rabu, 24 Maret 2010 13:04 WIB News Share :

Demokrat tolak Hasyim jadi Rois Aam NU

Makassar— Perebutan Rois Aam Nahdlatul Ulama (NU) juga mendapat perhatian di Muktamar NU. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang juga Nahdliyin.

Menurut Mubarok, jika Muktamar ke-32 NU pada akhirnya memilih KH A Hasyim Muzadi sebagai Rois Aam, maka NU telah hilangnya hati nurani. “Menunjukkan hati nurani hilang dan NU semakin tidak berwibawa,” ujar Ahmad Mubarok di arena Muktamar 32 NU di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (24/3).

Menurut dia, NU di era kepemimpinan KH Hasyim Muzadi tidak memiliki kewibawaan dan bargaining position yang baik. Mubarok menilai, selama kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, NU diarahkan pada politik praktis.

“Dulu Pilpres 2004 ia maju menjai cawapres, Pilpres 2009 mendukung JK, tahun 2008 mendukung dalam Pilkada Jatim juga kalah,” paparnya.

Pernyataan Mubarok ini bisa ditafsirkan sebagai bentuk penolakan Partai Demokrat kepada Hasyim yang selama ini memang berseberangan dengan Demokrat.

inilah/rif

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…