Rabu, 24 Maret 2010 19:40 WIB Klaten Share :

8 desa Klaten Tengah endemis DBD

Klaten (Espos)–Delapan dari sembilan desa di Kecamatan Klaten ditetapkan sebagai daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Jumlah ini meningkat mengingat pada tahun lalu hanya enam desa yang dinyatakan endemis DBD.

Demikian dikemukakan Kepala Puskesmas Klaten Tengah, dr H Satimin kepada wartawan, Rabu (23/3).

Menurut Satimin, kedelapan desa itu adalah Buntalan, Jomboran, Gumulan, Mojongan, Barang, Kabupaten, Klaten, dan Tonggalen.
Kedelapan desa itu ditetapkan sebagai daerah endemis karena terdapat warga yang menderita DBD selama tiga tahun berturut-turut. Dia mengatakan, jumlah desa yang dinyatakan endemis pada tahun ini meningkat mengingat pada tahun lalu jumlahnya hanya enam desa.
“Dampak serangan nyamuk DBD tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya,” papar Satimin.

Lebih lanjut, Satimin menjelaskan, sepanjang tahun 2010 ini jumlah penderita DBD di Kecamatan Klaten tengah mencapai 30 jiwa. Tingginya angka penderita DBD itu, kata Satimin, dikarenakan kesadaran warga setempat merealisasikan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih rendah.

Menurutnya, Kecamatan Klaten tengah merupakan kawasan yang berpenduduk padat. Sebagian warga merupakan pekerja yang berasal dari luar daerah. Dia menilai, kesibukan warga seringkali membuat program PSN yang selama ini dikampanyekan tidak mendapat dukungan.

mkd

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…