JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto
Selasa, 23 Maret 2010 12:39 WIB News Share :

Tuntut pencabutan Perda Unggas, pedagang kembali demo

Jakarta–Perjuangan pedagang unggas belum berakhir. Hari ini mereka kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta guna menuntut pencabutan Perda Unggas. Aksi kali ini merupakan kali keenam dalam dua bulan terakhir.

“Tuntutan kami tetap sama,” ujar Hendra Siahaan, Selasa (23/3).

Hendra menjelaskan, aksi kembali mereka gelar karena Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, berkukuh akan tetap menjalankan Perda Pengendalian Unggas. “Padahal, Perda itu hanya akan menguntungkan pedagang besar dan kalangan importir,” ujarnya.

Aksi pedagang mulanya mulai mereda setelah Ketua DPRD DKI Jakarta mengeluarkan rekomendasi penundaan Perda Unggas kepada Gubernur. “Tapi belakangan malah ditarik kembali oleh Sekretariat Dewan. Ini kan aneh. Ada permainan apa sebenarnya?” ujar Hendra.

Aksi para pedagang unggas ini memaksa polisi menutup Jalan Kebon Sirih yang menuju Tugu Pak Tani lantaran jumlah demonstran tampak terus bertambah. Masyarakat yang hendak melintas Jl. Kebon Sirih diharap mewaspadai potensi kemacetan.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…