Selasa, 23 Maret 2010 20:20 WIB Sport Share :

Sepatu roda terancam gagal masuk SEA Games 2011

Jakarta–Cabang olah raga sepatu roda terancam gagal dipertandingan di SEA Games 2011 karena diganti cabang olah raga lain yaitu bridge.

Ketua Binpres PB Persatuan Olah Raga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Fitra Tara Mizar di Jakarta, Selasa (23/3) mengatakan, rencana pencoretan diperoleh saat pertemuan dengan pihak KONI.

“Kami kaget setelah Komandan Pelatnas membacakan cabang olah raga SEA Games 2011. Di situ cabor sepatu roda tidak masuk 35 cabor yang dipertandingkan,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, setelah ditanyakan kepada KONI, pencoretan cabang olah raga yang berpeluang mendapatkan medali emas itu dilakukan oleh pihak Menpora.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, pihaknya akan banding dan akan tetap memperjuangkan sepatu roda dipertandingkan di SEA Games 2011.

“Kami akan membicarakan dulu dengan PB Perserosi. Selanjutnya hasil konsultasi akan kami bawa menghadap Menpora,” katanya dengan tegas.

Ia menambahkan, jika target Indonesia adalah juara SEA Games 2011 maka cabang sepatu roda harus dipertandingkan karena empat negara dipastikan akan mendukungnya.

Empat negara itu adalah Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura dan tuan rumah Indonesia.

“Kami yakin mampu meraih delapan medali emas pada sepatu roda ini. Atlet yang ada saat ini telah berpengalaman di tingkat internasional,” katanya.

Atlet yang telah mengharumkan nam bangsa diantaranya adalah Johanes Wiharja, Alan Candra, Bayu Bimantoro, Steve Wiharja, Eri Marina, Ajeng Anindya, Lativa dan Della Puspita.

Sementara itu, Komandan Pelatnas yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Hendardji Soepandji mengatakan, pencoretan itu baru wacana dan masih ada peluang untuk dipertandingkan.

“Masih akan dibicarakan lagi. Belum tentu cabang ini dicoret. Nanti akan dibicarakan lagi dengan 11 negara peserta,” katanya saat dikonfirmasi.

SEA Games 2011 rencannaya akan digelar di empat kota di Indonesia yaitu Palembang, Bandung, Semarang dan DKI Jakarta.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…