Selasa, 23 Maret 2010 21:31 WIB Issue Share :

Penonton GWO Sriwedari meningkat

Solo (Espos)–Apresiasi masyarakat terhadap pentas kesenian wayang orang di GWO Sriwedari Solo mengalami peningkatan. Hal itu bisa diukur dengan peningkatan jumlah penonton, yang kini rata-rata mencapai 30-an orang untuk sekali pementasan.

“Peningkatan jumlah penonton itu penting, karena kita bisa menilai sejauh mana masyarakat mau mengapresiasi kesenian tradisi ini,” papar Pimpinan GWO Sriwedari Solo, Diwasa saat dijumpai Espos, Selasa (23/3), di kantornya.

Gairah penonton pertunjukan wayang orang yang digelar enam kali dalam sepekan tersebut, menurut Diwasa mulai tampak sejak 2004. Saat itu, seniman-seniman GWO Sriwedari mulai membuat variasi dalam penggarapan lakon hingga teknik pementasan.

“Waktu itu kami buat program 35 penonton setiap hari. Awalnya, target itu kadang tercapai kadang juga blong. Kemudian mulai 2006-2007, jumlah penonton mulai stabil sekitar 30 orang setiap malamnya,” tukas Diwasa.

Gedung Wayang Orang (GWO) berkapasitas sekitar 800 penonton tersebut sejauh ini semakin semarak. Mulai tahun 2010 ini misalnya, beberapa sekolah tergerak untuk mengerahkan siswanya agar menyaksikan pertunjukan wayang orang di tempat itu.

“Bukan hanya sekolah dari Solo saja, awal tahun ini ada sekolah dari Karanganyar yang nonton bersama di sini. Imbauan Kapolda Jateng beberapa waktu lalu agar polisi mau menonton wayang orang juga ikut membantu. Setiap Jumat malam, aparat kepolisian banyak yang memenuhi kursi,” terang Diwasa.

Saat dijumpai Espos belum lama ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo mengatakan, saat ini tengah diwacanakan agar para siswa di sekolah-sekolah Solo bisa bergiliran menyaksikan pentas wayang orang di GWO Sriwedari.

Untuk itu, dalam hal ini Disbudpar menjalin kerjasa dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo untuk merealisasikannya ke depan.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…