Selasa, 23 Maret 2010 16:40 WIB Hukum Share :

Pabrik ekstasi senilai Rp 160 miliar digerebek

Jakarta— Anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik pembuat ekstasi dan shabu dengan barang bukti total bahan produksi senilai Rp160 miliar.

“Pabrik itu mampu memproduksi 300 butir ekstasi dan shabu sebanyak 25 gram setiap harinya,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Wahyono di lokasi kejadian Perumahaan Citra 2 Extantion Blok BB 2 No. 6 RT 12/05 Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (23/3).

Pengungkapan kasus ini, menurut Kapolda berawal ketika polisi menangkap pembuat narkoba, Anthony Wijaya alias Hakim, kemudian anggota mendapatkan keterangan rumah tersebut dijadikan tempat produksi narkoba.

Sebelum menangkap Hakim, polisi mengintai rumah itu selama dua bulan, namun anggota kesulitan untuk masuk ke lokasi karena penghuninya tidak membuka pintu pabrik narkoba itu.

Akhirnya polisi mendapatkan kesempatan saat seorang teman tersangka, Ang Yin Hua alias Leonardi hendak bertamu, kemudian anggota Satuan Psikotropika merangsek dan menggerebeg ke dalam rumah itu.

Wahyono menuturkan anggotanya berhasil menyita barang bukti berupa beberapa ekstasi dan bahan shabu dengan total nilai Rp160 miliar.

Tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.


inilah/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…