Selasa, 23 Maret 2010 16:48 WIB News Share :

Elevasi Rawa Pening mulai mengkhawatirkan

Ungaran (Espos)–Elevasi Rawa Pening, Kabupaten Semarang, mulai mengkhawatirkan. Dari pantauan Selasa (23/3), pintu air Candi Dukuh elevasi mencapai ketinggian 463,32 meter dari permukaan laut (mdpl). Sementara di pintu air Jelok terpantau 462,92 mdpl.

Elevasi saat ini sudah melampaui kondisi normal yang hanya 462, 3 mdpl. Kondisi ini berdampak meluapnya air Rawa Pening ke sejumlah areal persawahan di beberapa wilayah yang mengelilinginya. Seperti di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru dan Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang.

Selain itu, elevasi di atas batas normal rawan menyebabkan banjir di wilayah hilir, seperti di Grobogan, Kudus dan Pati.

Ditemui di kantornya, petugas lapangan Perwakilan Balai Wilayah Rawa Pening pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Balai Pengelolaan SDA Jragung Tuntang, Ruwiyadi, mengungkapkan elevasi mengalami peningkatan seiring dengan masih tingginya curah hujan. Curah hujan tercatat 16 mm, sementara beberapa hari sebelumnya hingga 44 mm.

Untuk mengurangi genangan air di areal persawahan, pihaknya telah menaikkan pintu air sehingga debit air buangan mencapai 8 m3/detik. Semetara debit air yang digunakan untuk menggerakkan empat turbin di PLTA Jelok sebesar 12,54 m3/detik.

“Sepanjang tidak ada peringatan dari daerah bawah, (Grobogan, Kudus), maka pembuangan sebesar itu tidak masalah. Untuk mengurangi genangan,” paparnya.

Jika mengacu perkiraan elevasi Rawa Pening  selama setahun yang dibuat BPSDA, elevasi puncak yakni 463,3 mdpl terjadi mulai Mei-Juli. Namun baru memasuki pekan keempat Maret elevasi sudah mulai mencapai puncak.

Masih menurut Ruwiyadi, debit buangan air bisa diperbesak sepanjang daya tampung di wilayah bawah masih cukup. Sebagai catatan, elevasi tertinggi tahun lalu hanya 463,13 mdpl.

kha

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…