Selasa, 23 Maret 2010 17:18 WIB Karanganyar Share :

80% jembatan di Bumi Intanpari memprihatinkan

Karanganyar (Espos)–Sebanyak 168 jembatan dari 210 jembatan atau sekitar 80 persen di Kabupaten Karanganyar dalam kondisi memprihatinkan. Akibatnya, dalam tahun 2010 ini, perawatan dan perbaikan infrastruktur sulit dioptimalkan, karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono, dalam penjelasannya kepada wartawan menyebutkan sebagian besar jembatan rusak karena telah berusia sangat tua. Namun demikian ada pula di antara jembatan dan prasarana fisik lain yang menjadi tanggung jawab DPU kondisinya tidak memadai karena proses pembangunan dan konstruksi yang tidak standar.

“Di Karanganyar saat ini ada 210 jembatan yang pengelolaannya di bawah DPU. Dari jumlah itu, yang keadaannya baik hanya sekitar 20% saja, sisanya memerlukan perawatan dan perbaikan karena kurang atau bahkan tidak layak,” ungkapnya ditemui seusai mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah di Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati, Selasa (23/2).

Didik memaparkan, banyaknya jembatan yang bermasalah tersebut karena sebagian merupakan hasil swadaya masyarakat. Prasarana itu kemudian menjadi tanggung jawab DPU setelah jalan di jalur jembatan diambil alih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Didik mengatakan, pada tahun 2010 ini DPU hanya mendapat alokasi dana senilai Rp 1,8 miliar guna pemeliharaan jalan dan jembatan. Dari jumlah itu, ujarnya, sekitar Rp 600 juta di antaranya dimanfaatkan untuk petugas Margotomo. Sisanya Rp 1,2 miliar, harus dibagi-bagi untuk perawatan sebanyak 210 buah jembatan dan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 815 kilometer (Km).

try

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…