Senin, 22 Maret 2010 16:53 WIB Sukoharjo Share :

TKI asal Sukoharjo tewas di Korea

Sukoharjo (Espos)–Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sukoharjo, Tri Wahyudi, 30, warga Ngentak RT 01/RW I Desa Godog, Polokarto tewas mendadak di Korea. Hingga kini, pihak keluarga mengaku masih menunggu kepastian pemulangan jenazah.

Kakak korban, Dwiyanto mengaku, keluarganya shock menerima kabar tersebut lantaran kematian adiknya dinilai mendadak. Keluarga, lanjut Dwi, menerima kabar kematian Tri, Minggu (21/3) dari rekan se-asrama dan diperkuat oleh pihak Kantor Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea.

“Keluarga di sini semua kaget dan histeris, sebab hari Sabtu sore sebelum meninggal dia masih baik-baik saja dan sempat belanja, tapi malamnya kami diberi kabar dia sudah meninggal,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/3) di kediamannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, secara resmi pihaknya mengaku belum mendapat kepastian terkait penyebab kematian adiknya. Namun, berdasar kabar yang diterimanya korban meninggal lantaran diduga sakit akibat kelelahan.

“Kabar yang kami terima dia meninggal karena sakit, padahal sepengetahuan kami dia sehat-sehat saja dan tidak memiliki penyakit apapun, ini dibuktikan dari hasil medical chek hari Jumat lalu di Korea,” katanya.

Dwi mengatakan, pihak keluarga kini sudah pasrah dan ikhlas. Hanya saja, dia mengaku hingga kini keluarganya masih menunggu kepastian pemulangan jenazah.

Dwi mengatakan, adiknya diketahui berangkat secara legal atau resmi ke Korea sejak Juli 2008 lalu dan bekerja di sebuah pabrik sebagai operator.

“Keluarga berharap, jenazah adik saya bisa dipulangkan secepatnya. Tapi kabar dari Korea kemungkinan kepulangan jenazah masih dua hari lagi karena harus diotopsi lebih dulu, dari KBRI dan perusahaan juga sudah bersedia menanggu akomodasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Sukoharjo, Sugiyanto ketika dikonfirmasi Espos, mengaku belum mengetahui kabar tersebut.

ufi

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….