Senin, 22 Maret 2010 15:48 WIB Boyolali Share :

Pencurian drat pintu air kembali marak

Boyolali (Espos)–Pencurian uliran kran pintu air dalam beberapa waktu terakhir ini tampaknya tengah marak terjadi di Kabupaten Boyolali.
Sebelumnya, yakni pada Kamis (18/2) lalu, pencurian uliran kran pintu air terjadi di Bendungan Sungai Cemoro, Dukuh Pulung, Desa Gunung, Kecamatan Simo, dengan sasaran sebanyak tiga unit uliran pintu air, pada Minggu (21/2), pencurian dengan sasaran barang yang sama kembali terjadi di dua lokasi yang berbeda.

Di lokasi pertama, yakni di Bendungan Kedung Banteng, Dukuh Wangsan, Desa/Kecamatan Simo, sebanyak tiga unit uliran kran air, diketahui lenyap dari tempatnya. Sementara di lokasi kedua, yakni di Bendungan Kedungboyo, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, tiga unit uliran kran air, juga hilang. Diduga, uliran kran air yang rata-rata terbuat dari bahan kuningan itu dicuri orang.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin (22/2), kasus pencurian uliran atau drat pintu air yang terjadi di Bendungan Kedung Banteng, Dukuh Wangsan, Desa/Kecamatan Simo, diketahui sekitar pukul 07.30 WIB, ketika petugas bendungan memeriksa, ternyata ada tiga unit uliran pengatur pintu air itu telah hilang, terdiri atas dua unit, masing-masing berdiameter 8 cm x 14 cm dan satu unit lainnya berdiameter 3 cm x 9 cm.

Kerugian akibat hilangnya tiga alat pengatur irigasi tersebut mencapai Rp 10 juta. Sementara hilangnya tiga uliran pintu air di Bendungan Kedungboyo, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari diketahui Minggu pada sekitar pukul 05.30 WIB, saat ada dua warga setempat, mengecek ke bendungan tersebut. Setelah dicek, ada tiga buah masing-masing berbobot dua kilogram (kg) yang hilang senilai sekitar Rp 6 juta.

Kejadian hilangnya uliran kran pintu air di masing-masing bendungan tersebut pun segera dilaporkan ke Mapolsek setempat. Penyelidikan pun segera dilakukan aparat kepolisian. Diduga, pelaku beraksi mencuri barang-barang berharga mahal tersebut pada dini hari, saat suasana bendungan sepi dan warga sudah terlelap tidur. Pelaku melepas uliran itu dengan paksa.

Diduga pula, pelaku pencurian di tiga lokasi tersebut merupakan satu komplotan spesialis barang kuningan. Pasalnya, sasarannya sama yaitu uliran pintu air yang terbuat dari kuningan.

”Kasus pencurian itu saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Nogosari, AKP Suyatno kepada wartawan, Senin.

Hal senada dikatakan Kapolsek Simo, AKP Dwi Priyatna. Pelaku pencurian itu diduga memang spesialis barang kuningan.

sry

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…