Senin, 22 Maret 2010 12:21 WIB News Share :

PD Muhammadiyah Tegal tolak fatwa haram rokok

Tegal–Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Tegal, Jawa Tengah, menolak kebijakan fatwa mengharamkan merokok karena keputusan ini belum final dan masih sebatas fatwa.

“Kami telah meminta pada masyarakat jangan mengambil sikap terlebih dahulu sebelum ada putusan resmi dari Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Majelis Tarjih dan Tajdid,” kata Ketua PD Muhammadiyah Kota Tegal, Mursalin, Senin (22/3).

Pada prinsipnya, PD Muhammadiyah akan “sami’na wa atho’na” atas putusan PP Muhammadiyah. Namun, kebijakan larangan merokok hingga kini masih sebatas fatwa dan belum mencapai final.

“Yang jelas, kami belum bersikap tentang fatwa itu karena yang berwenang terhadap masalah itu adalah majelis tarjih dan tajdid,” katanya.

Menurut dia, dalam aturan lembaga Muhammadiyah menyatakan bahwa hukum agama ada tiga tingkat, yaitu wacana tarjih, fatwa tarjih, dan putusan tarjih.

“Haramnya merokok ‘kan baru sebatas fatwa dan kami akan bersikap setelah ada putusan final,” katanya.

Ia memperkirakan keputusan haram atau tidaknya merokok diputuskan pada pertengahan April 2010, atau pada saat majelis tarjih dan tajid melaksanakan muktamar di Malang, Jawa Timur.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…