Senin, 22 Maret 2010 21:26 WIB News,Ekonomi Share :

Mulai Juli, AMDK wajib penuhi SNI

Jakarta–Produk air minum dalam kemasan (AMDK) wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) mulai Juli 2010 guna melindungi konsumen di dalam negeri terkait masalah kandungan mineral dalam air tersebut.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rembang Kayo di Jakarta, Senin (22/3), menjelaskan, sesuai ketentuan SNI wajib nomor 01.3553.2006 tertanggal 3 Januari 2010,  AMDK yang beredar di Indonesia harus tercantum label kandungan atau jenis air minum pasarkan itu.

“Mulai Juli 2010, setiap produk AMDK wajib mencantumkan label yang berisi keterangan tentang produk mereka, apakah tergolong produk air mineral atau produk air demineral (tidak mengandung mineral),” ujarnya.

Ia mengatakan, kalangan produsen AMDK yang tergabung dalam Aspadin siap memenuhi ketentuan tersebut, karena ia yakin seluruh produk air mineral yang diproduksi anggota Aspadin adalah air mineral yang bebas logam berat dan telah melalui proses penyaringan sesuai standar.

“Saya menjamin air mineral dalam kemasan yang diproduksi anggota Aspadin diambil dari sumber air tanah bukan dari air permukaan,” ujarnya.

Ia juga menilai pemberlakuan SNI dapat menghapus kerancuan konsumen atas maraknya peredaran AMDK yang tidak mengandung mineral.

Lebih jauh  Ketua Umum Aspadin Hendro Baruno menjelaskan, dengan SNI wajib yang mengharuskan produsen AMDK mencantumkan label kandungan air, konsumen akan bisa membedakan kategori produk air mineral dengan air yang tidak mengandung mineral (demineral).

“Saat ini banyak beredar produk AMDK yang disebut sebagai air RO (‘reverse osmosis’), air oksigen,  dan air hexagonal,” ujarnya.

Menurut dia, banyak konsumen belum mengetahui bahwa produk tersebut tidak bersumber dari mata air mineral, melainkan air biasa yang bersumber dari air permukaan dan mengalami proses penambahan partikel-partikel tertentu, termasuk penambahan oksigen dalam air.

Padahal, lanjut dia, dari hasil kajian sejumlah pakar menyebutkan bahwa daya tahan oksigen yang ditambahkan dalam air  hanya bisa bertahan maksimal 14 hari setelah air dikemas.

“Saya khawatir konsumen hanya membeli air saja tanpa dapat khasiatnya. Tapi kalau beli air mineral, kandungannya tidak mungkin hilang karena mineralnya larut dalam air,” kata Hendro.

Berdasarkan data Aspadin, pada tahun lalu tingkat konsumsi AMDK di Indonesia mencapai 45 liter perkapita pertahun dengan total konsumsi sebesar 12,8 miliar liter atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11,5 miliar liter. Tahun 2010, Aspadin memperkirakan konsumsi AMDK mencapai 13,7 miliar liter.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Universitas Prasetiya Mulya Tawarkan Program Pendidikan Ini ke Semarang

Universitas Prasetiya Mulya menawarkan program pendidikan yang sarat dengan entreprenurship atau kewirausahaan kepada warga Semarang. Solopos.com, SEMARANG — Universitas Prasetiya Mulya, Senin (16/10/2017), menggelar media launcheon di Kota Semarang, Jawa Tengah. Program pendidikan yang pekat dengan entreprenurship atau kewirausahaan pun…