Senin, 22 Maret 2010 16:46 WIB News Share :

Mesjid arah kiblat ke barat tak perlu dibongkar

Jakarta— Masjid/mushola yang kiblatnya menghadap ke barat tidak perlu dibongkar atau diubah. Karena, menurut Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Yaqub, berdasarkan letak geografis Indonesia yang berada di bagian timur Kakbah/Mekah, maka iblat salat muslim menghadap barat.

“Bangunan masjib baru pun, sepanjang orang yang salat menghadap ke arah barat, sudah benar. Memang sudah benar begitu menurut Al Quran dan Hadis Nabi,” kata Mustafa Yaqub di kantor MUI Jakarta, Senin (22/3).

Pernyataan yang mengacu pada fatwa MUI Nomor 03 tahun 2010 tentang Kiblat yang dikeluarkan 1 Februari 2010 tersebut kembali disampaikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai dugaan pergeseran kiblat salat muslim Indonesia akibat pergeseran lempengan bumi.

Ali menjelaskan menurut ketentuan hukum agama kiblat orang yang salat dan dapat melihat Kakbah adalah menghadap ke bangunan Kakbah (‘ainul Kakbah) sedang kiblat bagi orang yang salat dan tidak dapat melihat Kakbah adalah arah Kakbah (jihat al-Kakbah).

“Letak geografis Indonesia yang berada di bagian timur Kakbah/Mekah, maka kiblat umat Islam Indonesia menghadap ke arah barat,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, menurut Imam al-Muzanni yang mengutip pernyataan gurunya, Imam al-Syafi’i, yang wajib adalah menghadap ke arah Kakbah (jihat al-Kakbah) karena seandainya yang wajib adalah menghadap kepada bangunan Kakbah secara fisik, maka salat jamaah yang shafnya memanjang tidak sah. Sebab di antara mereka akan ada orang yang menghadap ke arah di luar bangunan Kakbah.

ant/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…