Senin, 22 Maret 2010 19:29 WIB News,Ekonomi Share :

KA Prameks datang telat 45 menit, pengguna demo

Yogyakarta–Pasca kenaikan tiket Kereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks), Komunitas Penglaju Jogja (KPJ) melakukan aksi simpatik di Stasiun Lempuyangan, Senin (23/2). Menariknya, saat aksi itu digelar, KA Prameks yang berangkat pertama dari Jogja ke Solo mengalami keterlambatan hingga 45 menit.

Padahal pihak KA Daop VI berjanji akan menaikkan pelayanan termasuk ketepatan jadwal, seiring kenaikan tarif.

Koordinator KPJ Eko Setyanto ketika ditemui Harian Jogja di Stasiun Lempuyangan sebelum berangkat ke Solo menjelaskan aksi simpatik yang dilakukan ini hanyalah aksi sederhana dari Komunitas Pramekers.

“Kami hanya membentangkan spanduk di Stasiun Lempuyangan sebelum berangkat. Tujuannya agar orang yang mau berangkat dari Jogja mengetahui ada aksi penolakan, walaupun kabar ini sudah dimuat media. Jika ada reaksi lagi dari masyarakat atau masukan kepada kami akan ditampung supaya ke depannya bisa sama-sama mengontrol PT KA,” ungkap dosen FISIP UNS tersebut.

Selain melakukan aksi damai, KPJ juga telah mengajukan surat kepada Komisi C DPRD Kota Jogja sebagai upaya pendampingan. Seperti tuntutan semula, komunitas ini tetap meminta harga tiket KA Prameks tetap Rp 8.000.

“Kami tetap meminta harga tiket tetap Rp 8.000 sampai pelayanan dapat ditingkatkan. Mengenai pelayanan, sampai sekarang belum ada peningkatan. Pada hari kedua ini saja kereta pertama sudah terlambat. Kereta yang seharusnya berangkat pukul 05.35 jadi sekitar 06.20 atau telat 45 menit,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto  menyatakan permohonan maaf atas keterlambatan KA Prameks pada pemberangkatan pertama.

“Kami mohon maaf karena kami masih dalam pembenahan terus. Tadi pagi itu ada gangguan pembalik arah untuk maju mundur. Ke depan, kami usahakan hal tersebut tidak terjadi lagi,” ujar dia.

Ditanya perihal aksi simpatik yang dilakukan oleh KPJ, Eko mengatakan hal tersebut merupakan hal yang wajar. Bagi dia apa yang dilakukan Pramekers merupakan bentuk ungkapan kepedulian komunitas terhadap pelayanan PT KA terkhusus Daop VI.

JIBI/Harian Jogja/edi

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…