Senin, 22 Maret 2010 18:02 WIB News Share :

Demo ijazah palsu Bupati, puluhan warga Sragen geruduk Mapolda Jateng

Semarang (Espos)–Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat di Sragen menggeruduk Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jateng di Jl Pahlawan, Kota Semarang, Senin (22/3).

Mereka datang dengan berjalan kaki dan menggunakan beberapa kendaraan, menuntut penuntasan pengusutan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Sragen, Untung Wiyono.

Peserta aksi yang berasal dari aktivis Lingkar Kajian Kebijakan dan Strategi Perubahan Sragen (Lintas), Forum Kepemudaan Sragen (Forkos), FPPI, Wasiat dan lainlain, serta anggota FPAN DPRD Sragen, Mahmudi Tohpati mengusung poster dan spanduk.

Tulisan poster dan spanduk istinya menuntut Polda menuntaskan kasus ijazah palsu Bupati Untung Wisyono dan pencopotan Untung sebagai bupati, antara lain Empat Kapolda Tak Mampu Usut Ijazah Palsu Untung..Ada Apa?”, Hebat Ya Untung, Polda Juga Terbeli”, Copot Bupati Untung.

Dalam demonstrasi itu, sempat diwarnai aksi berdarah yakni seorang seorang pengunjuk rasa, Laurentius Untung Prayitno menyayat tangan kirinya hingga mengeluarkan darah.

Warga Tegalsari RT 3/RW 15, Sragen Kulon ini nekad menyayat tangannya sebagai bentuk keprihatinan berlarutnya penanganan kasus Bupati Sragen.

“Saya prihatin dengan penangan kasus ini yang berlatut-larut tanpa ada kepastian,” ujar Laurentius.

Setelah menyayat tangannya, ia kemudian melakukan tapa pepe di depan pintu gerbang masuk Mapolda Jateng.

“Bila tuntutan kami tak dipenuhi saya akan mogok makan,” tandasnya.

Anggota DPRD Sragen, Mahmudi Tohpati mempertanyakan kelambatan aparat Polda Jateng dalam menangani kasus ijazah palsu Bupati Untung Wiyono.

“Sudah tujuh tahun kasus ini ditangani Polda, saya juga telah dipanggil sebagai saksi, tapi sampai sekarang tak ada kelanjutan penanganan,” ujar dia.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sragen ini meminta agar kasus ijazah palsu Bupati Untung segera dilimpahkan ke pengadilan agar ada kepastian hukum.

Perwakilan pengunjuk rasa diterima Kasat I Ditreskrim
Polda Jateng, AKBP Haryadi yang mewakili Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo karena sedang bertugas ke Solo.

Seusai pertemuan pengunjuk rasa tak segera pulang ke Sragen, namun masih tetap bertahan di luar pagar Mapolda dengan mendirikan dua tenda.

oto

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…