Minggu, 21 Maret 2010 21:10 WIB Travel Share :

Watu Kosek

Espos/Trianto Hery Suryono

Jika Anda pergi ke Wonogiri, akan ditemukan banyak sekali peninggalan terkait RM Said atau Pangeran Sambernyawa ataupun Mangkunegara I. Karena semangat pangeran itulah yang menjadi simbol dan semangat masyarakat Wonogiri, sehingga diketahui kapan berdirinya Kabupaten Wonogiri.

Berbagai peninggalan ditemukan di berbagai daerah di Wonogiri. Kecamatan Selogiri, merupakan daerah yang boleh dikata banyak ditemukan peninggalan tersebut. Salah satunya adalah Watu Kosek di Dusun Keloran, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Menurut Ketua Himpunan Kerabat Mangkunegaran Suryosumirat Cabang Selogiri, Mulyanto Skar, keberadaan Watu Kosek tidak bisa dilepaskan dari perjuangan RM Said. Seperti namanya, Watu (batu) Kosek berarti batu tempat mengasah pusaka ataupun mata batin RM Said.

Untuk melihat wujud Watu Kosek masyarakat masih bisa, karena dijadikan monumen oleh masyarakat setempat. Untuk ke lokasi, warga harus menempuh jarak sekitar 8 km arat barat laut atau sekitar 100 meter dari lokasi Sendang Sinangka. Konon, ujar Mulyanto yang kini sebagai pegawai di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DKPPO) Wonogiri, di saat Pangeran Sambernyawa dikejar oleh tentara Belanda, karena berani memberontak, bersama pasukannya yang berjumlah 40 orang atau dikenal dengan sebutan Pasukan Kawan Dasa Jaya, berdiam di tempat tersebut.

Tempat itu oleh Pangeran Sambernyawa dinilai dari mata batin mempunyai aura tinggi. “Saat berhenti bersama pasukannya itu, Pangeran Sambernyawa melihat buah nangka. Karena lapar, buah itu akan dimakan bersama pasukannya. Tapi, keanehan terjadi. Saat akan dibelah dengan senjata apapun buah nangka itu tidak bisa. Akhirnya, Pangeran Sambernyawa dengan mata batinnya, menemukan batu yang bisa dipakai untuk mempertajam senjata.”

Akhirnya, senjata tersebut diasah di batu tersebut, sehingga semua senjata yang dibawa pasukannya berubah tajam. “Buah nangka yang tadinya susah dibelah, akhirnya mudah dibelah dengan senjata yang telah diasah atau di-kosek di batu tersebut. Atas kejadian itu, Pangeran Sambernyawa memberikan nama batu yang ada di sekitar sendang untuk mengasah senjata dengan nama Watu Kosek (batu tempat mengasah).”

Lebih lanjut Mulyanto menceritakan di tempat tersebut RM Said dan pasukannya berdiam diri agak lama, karena mendapatkan ketenangan hidup. Tempat tersebut, saat ini menjadi tempat berziarah di Wonogiri. bahkan, ujarnya, Waru Kosek juga dipercaya oleh masyarakat untuk mempertajam batin, sehingga bertambah tajam daya pikirannya. tus

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…