Minggu, 21 Maret 2010 17:23 WIB Karanganyar Share :

Unggas mati di Jatipuro positif AI

Karanganyar (Espos)–Puluhan ayam yang mati mendadak di dua RT Dukuh Ngelo Desa Jatisobo, Jatipuro, dinyatakan positif terserang virus avian influenza (AI) atau flu burung. Hal itu berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan, Sabtu (20/3).

Petugas Participatory Diseases and Surveillance Responses (PDSR) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, Fatkhur Rakhman, dalam penjelasannya kepada Espos mengingatkan warga agar mengandangkan ayam-ayam mereka yang masih hidup. Upaya tersebut guna mencegah terjadinya penyebaran penyakit itu ke dukuh-dukuh lain di sekitarnya.

“Ayam-ayam yang masih hidup semestinya dimusnahkan untuk mengantisipasi penularan wabah dengan areal serangan yang semakin luas. Tetapi karena itu terkendala ganti rugi, kami meminta agar ayam yang masih hidup dikandangkan dulu sekitar dua pekan,” ungkapnya ditemui seusai memeriksa bangkai ayam yang mati di lingkungan RT 16/RW IX Dukuh Ngelo, akhir pekan lalu.

Fatkhur Rakhman yang didampingi tiga petugas PDSR Disnakkan lain menyatakan, ayam yang mampu bertahan selama jangka waktu pengandangan besar kemungkinan terbebas dari serangan virus AI. Meski kemudian boleh dilepaskan, dia menegaskan akan jauh lebih baik  dan lebih aman jika unggas yang sering diliarkan warga pemilik tersebut tetap dipelihara di dalam kandang khusus.

Pada bagian lain, jumlah ayam mati di RT 16 dan RT 17 Dukuh Ngelo terus bertambah. Salah seorang warga RT 17, Giyo, 43, bahkan mengaku kehilangan 40 ekor. Ayam-ayam itu, kata dia, sebenarnya telah dipelihara dalam kandang, namun pada waktu-waktu tertentu memang sering dilepaskan. “Sekarang tinggal beberapa ekor saja yang masih hidup,” ujarnya ditemui terpisah, Minggu  (21/3).

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan, Saptawan Hadiputra, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait Pemkab Karanganyar guna mencegah kemungkinan terjadinya penularan AI ke manusia.

try

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…