Ilustrasi korban lumpur Lapindo menggelar salat Id. (Dok/JIBI/Bisnis)
Minggu, 21 Maret 2010 19:20 WIB News Share :

Tiga ruang kelas SDN 3 Genggangtani roboh

Grobogan (Espos)–Proses belajar mengajar siswa kelas I dan II SD Negeri 3 Genggangtani, Kecamatan Gubug terganggu menyusul robohnya tiga ruang kelas di sekolah tersebut. Sampai saat ini belum ada perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) untuk perbaikan ruang kelas yang roboh itu.

Menurut Kepala SDN 03 Genggangtani Selamet Supriyadi didampingi Budi Kurniawan guru kelas II SD kepada wartawan, Sabtu (20/3), robohnya ketiga ruang kelas tersebut tidak terjadi secara bersamaan.

“Yang terakhir roboh adalah ruang kelas III, saat hujan deras mengguyur Desa Genggangtani, Kamis (18/3) petang. Hujan deras disertai angin kencang saat itu merobohkan ruang kelas III,” terang Selamet.

Kendati roboh, namun pihak sekolah mengaku masih bersyukur karena kejadian tersebut tidak terjadi saat jam belajar mengajar.

Sedang dua ruang kelas lainnya yakni ruang kelas I dan II yang letaknya bersebelahan dengan ruang kelas III, sudah terlebih dulu roboh diterjang angin, 15 Februari lalu. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab melalui Disdik Grobogan namun, lanjutnya, belum ada perhatian sampai sekarang.

Robohnya ketiga ruang kelas SDN 3 Genggangtani, menurut Selamet, diduga karena usia bangunan sekolah yang dibangun sejak 1997 lalu. Di mana kuda-kuda atap ruangan tersebut tidak lagi kuat menyangga. Selain itu banyak ternit (plafon-red) berjatuhan.

rif

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…