Minggu, 21 Maret 2010 14:21 WIB Boyolali Share :

Tanah longsor di Selo, 1 orang tewas, 2 rumah rusak

Boyolali (Espos)–Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Minggu (21/3). Satu warga tewas dan dua rumah warga rusak akibat tertimpa longsoran tanah tersebut.
Korban tewas adalah Sugiyanto, 23, alias Ateng, warga Dukuh Monce, RT 06/RW IV, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, yang tertimpa longsoran tanah di sekitar jembatan yang berada di Dukuh Gebyok, Desa Selo, Kecamatan Selo.

Informasi yang dihimpun Espos, Minggu, menyebutkan saat itu korban bersama rombongan perias pemain Reog tengah dalam perjalanan ke wilayah Kecamatan Selo untuk merias pemain tim kesenian Reog yang akan pentas di Mojosongo.

Rombongan berangkat sekitar pukul 04.30 WIB. Ketika itu kondisi hujan deras. Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba terjadi tanah longsor dari ketinggian sekitar 25 meter dan menimpa korban yang mengendarai sepeda motor. Korban pun terpental dari sepeda motornya dan jatuh ke bawah jembatan lalu terseret arus lumpur.

Sejumlah warga dan Tim SAR yang mendapatkan laporan musibah tersebut langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Tubuh korban akhirnya ditemukan di sekitar Jurang Tugo, Desa Selo, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer (km) dari lokasi tanah longsor, sekitar pukul 07.30 WIB, dalam kondisi telah meninggal dunia.

Sementara dua rumah warga yang rusak akibat tertimpa tanah longsor masing-masing milik Sawal, 30, warga Dukuh Selo Tengah, Desa Selo, Kecamatan dan milik Ny Suwito Liyuk, 50, warga Dukuh Gebyok Tretes, Desa Samiran, Kecamatan Selo.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun rumah Sawal rusak pada dinding yang jebol diterjang tanah longsor dari tebing di belakang perkampungan tersebut. Sedangkan bagian depan rumah Ny Suwito yang juga diterjang tanah longsor, rusak parah.

Ny Suwito yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, mengemukakan kejadian itu bermula ketika di wilayah tersebut dilanda hujan deras yang turun sejak Sabtu (20/3) malam hingga Minggu (21/3) dini hari.

Hingga Minggu siang, warga secara bergotong-royong membersihkan puing-puing rumah yang rusak tertimpa tanah longsor itu.

Sementara dari pantauan Espos di sejumlah titik di jalur Selo-Boyolali, terdapat longsoran tanah dalam skala kecil yang mengakibatkan ruas jalan di sejumlah lokasi tertutup tanah. Akibatnya, arus lalu lintas menuju jalan tembus ke Magelang tersebut terhambat. Bahkan banyak kendaran mengambil jalur alternatif melalui desa Kembangkuning hingga jalur tersebut terjadi penumpukan kendaraan dalam kondisi padat merayap.

sry

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…