JIBI/BISNIS/WAHYU DARMAWAN
Minggu, 21 Maret 2010 19:53 WIB Kesehatan Share :

Menua tak perlu lebih dini

Menua itu pasti. Tapi jadi tua lebih dini, siapa yang mau?

Betapa tidak, menjadi tua berarti harus siap dengan konsekuensi kesehatan khas orang tua. Mulai dari keriput sampai penyakit berbahaya yang berpotensi memperpendek usia seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol hingga stroke. Kalangan medis menyebutnya penyakit degenerasi.

Dalam pemahaman awam, penyakit degenerasi diartikan sebagai sebutan untuk berbagai penyakit yang terjadi akibat kemunduran fungsi sel atau organ tubuh. Semula, penyakit ini lebih akrab dengan orang-orang setengah baya dan lanjut usia.

Namun belakangan, tren usia penderita penyakit degenerasi bergeser. Kondisi lingkungan yang buruk ditunjang gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat jadi pemicu banyaknya orang usia produktif terkena penyakit degenerasi.

“Tren usia pasien dengan penyakit degenerasi mengalami pergeseran. Dulu, penyakit seperti hipertensi, jantung koroner atau diabetes melitus hanya dialami oleh orang berusia di atas 40-an tahun. Tapi sekarang, orang berusia 20-an tahun pun bisa mengalami penyakit degenerasi,” ungkap ahli penyakit dalam RS Islam Surakarta, dr Didit Novianto SpPD.

Penyakit degenerasi akibat gangguan kesehatan sindrom metabolik tidak pernah datang tiba-tiba. Didit mencontohkan, sebelum muncul sebagai serangan jantung, gangguan penyakit degeneratif ini biasanya diawali dengan kondisi resistensi insulin yaitu kondisi saat insulin tak mampu bekerja maksimal.

Kondisi ini dapat memicu gangguan lainnya seperti gangguan toleransi glukosa, hipertensi dan dyslipidemia. Pada perkembangan selanjutnya, juga menyebabkan aterosklerosis kardiovaskuler, yaitu penebalan jaringan dinding pembuluh sehingga pembuluh darah tak lagi elastis. Buntutnya, serangan jantung pun bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Resiko seperti itu sebenarnya bisa ditekan dengan modifikasi gaya hidup dan disiplin berobat bagi pasien yang terdeteksi mengalami gangguan sindrom metabolik,” lanjut Didit.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…