Minggu, 21 Maret 2010 13:37 WIB News Share :

Mega sakit hati dikatakan kalah 2 kali dalam Pemilu

Jakarta–Megawati juga manusia. Kekalahan PDIP 2 kali dalam pilpres dan pemilu secara beruntutan membuat PDIP jadi bahan ejekan partai lain. Saat mendengar ejekan PDIP kalah 2 kali itu Mega mengaku tersayat hatinya.

“Dua kali kita dikatakan kalah, sakit hati saya mendengarnya. Tapi saya tidak pernah terdera air mata dan menjadi tidak bisa bangkit,” kata Megawati.

Mega menyampaikan hal ini dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, di Gedung Hailai, Ancol, Jakarta, Minggu (21/3). Acara itu juga dihadiri Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Namun Taufiq Kiemas tidak tampak hadir.

Menurut istri Ketua MPR Taufiq Kiemas ini, dengan semangat yang tinggi untuk mensejahterakan rakyat, dia tetap bangun dari kegagalan itu. Mega pun menyerukan kepada seluruh kader PDIP untuk tidak putus asa dengan kekalahan, tetapi terus bersemangat sambil merapikan komando dan barisan.

“Boleh saja kita dibilang kalah. Tapi saya bangkit karena roh masih ada. Persoalannya, kader partai harus bisa diorganisasi,” tegasnya.

Mega pun membanggakan klaim keberhasilannya memimpin PDIP. Sebab,PDIP sempat dianggap sebagai partai yang tidak beraturan. Tetapi, sekarang ini PDIP membantah semua tuduhan itu.

“Ketika dikatakan kita partai wong cilik, pakai sandal jepit, tidak aturan, sekarang PDIP bisa mengorganisir diri. Mengerti tujuan ke depan karena ideologi kita masih ada,” pungkasnya.

dtc/fid

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…