Minggu, 21 Maret 2010 21:24 WIB Sragen Share :

Jelang UN, jumlah anggota TPI di Sragen kurang

Sragen (Espos)–Jumlah anggota Tim Pemantau Independen (TPI) untuk Ujian Nasional (UN) 2010 di tingkat Kabupaten Sragen kurang. Hal itu disinyalir melemahkan pengawasan TPI terhadap kemungkinan terjadi tindak kecurangan di tiap sekolah selama UN berlangsung.

“Setiap sekolah, hanya akan dipantau oleh satu orang TPI. Jadi total anggota TPI adalah 154 orang. jumlah itu sesuai dengan jumlah sekolah, baik tingkat SMP/MTs/SMP LB dan SMK di Kabupaten Sragen,” ulas Sekretaris TPI Kabupaten Sragen, Drs Soewarno saat ditemui Espos di Kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Sragen seusai memantau pendistribusian soal dan lembar jawab komputer (LJK) UN kepada masing-masing sub rayon Kabupaten Sragen di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Minggu (21/3).

Padahal, menilik Prosedur Operasi Standar (POS) TPI untuk tugas sekretariat TPI Kabupaten/Kota, pada poin yang berisi tentang Pemantauan E, tertulis jelas seorang TPI untuk setiap sekolah/madrasah dengan jumlah ruang sampai dengan sepuluh. Apabila, lebih ditambah seorang lagi untuk setiap kelipatan sepuluh. Agaknya, hal itu tidak berlaku untuk TPI di Kabupaten Sragen.

“Karena, keterbatasan anggaran maka setiap sekolah hanya diberikan satu TPI. Jadi, misalnya di satu sekolah ada lebih dari sepuluh kelas maka akan tetap disediakan satu TPI,” tukas Soewarno singkat.

Saat dikonfirmasi kemungkinan TPI lengah memantau di setiap sekolah karena jumlah kurang memadai, Soewarno mengungkapkan hal itu bisa saja terjadi.

“Tetapi, TPI itu diibaratkan tukang potret kejadian apa saja yang sekiranya menyimpang atau janggal saat UN berlangsung. Jadi, saya yakin satu orang TPI mampu memantau satu sekolah. Idealnya memang satu TPI mengawasi sekitar sepuluh kelas,” ungkapnya.

m88

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…