Minggu, 21 Maret 2010 15:17 WIB Pendidikan Share :

Di Solo, 14.556 siswa ikuti UN

Solo (Espos)– Sebanyak 14.556 siswa SMA/MA/SMALB/SMK di Solo akan mengikuti ujian nasional (UN) 2010 yang digelar hingga 26 Maret mendatang. Mereka akan memadati 43 titik tempat penyelenggaraan ujian.

Meskipun ditengah penyelenggaraan UN tersebut tersiar isu kebocoran naskah soal, namun demikian tim pengawas sekolah maupun independen telah bersiap untuk melakukan pengaman secara ketat.

Menurut Ketua Panitia UN Kota Solo, Maskuri, sepekan lalu pihaknya telah melakukan pendistribusian kartu ujian dan meminta panitia pelaksanaan ujian tingkat sekolah untuk merinci jika ada data yang kurang tepat.

Meskipun demikian, hingga pada batas akhir pelaporan kerusakan maupun kecacatan kartu pihaknya memastikan bahwa data yang tertera dalam kartu tersebut telah sesuai.

“Semuanya sudah oke, tidak ada yang komplain,” jelasnya ketika dijumpai Espos di SMAN 5 Solo, Sabtu (21/3).

Berdasarkan data yang dihimpun Espos jumlah peserta ujian tahun ini meliputi, 6.512 siswa SMA, 753 siswa MA, 4 siswa SMALB dan 7.287 SMK.

Dia mengatakan, bagi siswa SMK yang program studinya belum terakreditasi maka pelaksanaan ujian akan digabung dengan sekolah yang telah terakreditasi. Lebih lanjut dia mengaku tidak memiliki target maupun prediksi kelulusan pada pelaksanaan ujian tersebut apakah lebih baik persentase kelulusannya atau tidak.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Rakhmat Sutomo, seperti peraturan pelaksanaan ujian sebelumnya siswa maupun petugas pengawas ujian tidak dilarang membawa telepon seluler atau handphone maupun alat digital lainnya di dalam ruang kelas.

das

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…