Minggu, 21 Maret 2010 21:48 WIB Women Share :

Beda teknologi, beda karakter

Saat akan membeli pesawat televisi, konsumen bakal dihadapkan dengan puluhan ragam yang berbeda satu sama lain. Semuanya menampilkan warna yang jernih, suara yang bening dan konon makin hemat listrik. Pilihan yang terlalu banyak dengan karakteristik yang tak jauh berbeda, mungkin menyulitkan saat memilih televisi yang paling sesuai dengan selera.

Karena itulah, ada baiknya calon konsumen mengenal benar ragam televisi, mulai dari teknologi hingga kelemahan dan kelebihannya. Ditilik dari teknologi yang digunakan, televisi yang kini beredar di pasaran terbagi menjadi empat jenis, yaitu televisi tabung, plasma, LCD (liquid crystal display) dan LED (light emitting diode).

Televisi dengan teknologi tabung sinar katoda atau kerap disebut CRT (cathoda ray tube) boleh dibilang sebagai televisi generasi awal. Teknologi ini memanfaatkan elektron dalam tabung hampa yang dibiaskan hingga membentuk gambar pada layar. Untuk menempatkan tabung hampa, televisi jenis ini biasanya dilengkapi dengan kotak yang cukup besar dan berat di bagian belakang. Meski kurang praktis, televisi jenis ini awet diproduksi selama bertahun-tahun hingga akhirnya muncul televisi generasi baru berupa televisi plasma dan LCD.

Atas alasan kepraktisan pula, perlahan namun pasti, sejak awal tahun 2000-an minat terhadap televisi tabung mulai turun. Pembeli lebih suka membeli televisi plasma dan LCD yang relatif lebih sederhana, ramping dan tidak berat. “Sebenarnya, televisi tabung juga sudah banyak mengalami perubahan, bukan hanya pada bentuk layar yang dibuat datar, kabin tabung juga sudah dibuat lebih tipis sehingga terlihat lebih ramping,” kata Supriyadi dari Satelit Elektronik, Jl Slamet Riyadi, Solo.

Walau sudah jauh lebih ramping, televisi tabung tetap saja jauh lebih berat ketimbang dua generasi televisi lainnya. Sekadar perbandingan, LCD ukuran 32 inci rata-rata memiliki berat sekitar 15 kilogram, sementara televisi tabung dengan ukuran 29 inci bisa berbobot lebih dari 20 kilogram.

Bobotnya yang lebih berat, tak membuat televisi tabung kehilangan peminat. Televisi tabung tetap menjadi pilihan utama konsumen yang memperhatikan kualitas suara. Dibandingkan LCD dan plasma, suara yang dihasilkan televisi tabung konon jauh lebih mantap.

Ruang yang lebih luas pada kabin televisi tabung memungkinkan untuk pemasangan loud speaker atau fitur suara lainnya. Seperti teknologi speaker box yang melengkapi beberapa televisi produksi Sharp. Fitur speaker box andalan produsen perangkat elektronik ternama ini, memungkinkan arah suara yang keluar lebih fokus sehingga terdengar lebih mantap.

Televisi generasi berikutnya adalah televisi layar plasma Jenis televisi yang umumnya diproduksi dalam ukuran besar ini —ukuran TV plasma terkecil adalah 32 inci— memanfaatkan campuran gas mulia yang disisipkan di antara dua panel kaca untuk menampilkan gambar yang terang dan prima. Gabungan dua panel layar itu sendiri hanya berukuran tebal sekitar enam sentimeter, ditambah dengan perangkat lainnya, total ketebalan televisi plasma umumnya tak lebih 10 sentimeter.

Dengan kerampingan itu, tak aneh jika bobot TV plasma bisa ditekan maksimal. Tampil langsing bukan satu-satunya keunggulan pesawat televisi jenis ini. Ketajaman warna dan rasio kekontrasan gambar yang tinggi juga menambah kenyamanan saat menonton. Lebih dari itu, TV plasma juga lebih akurat menampilkan gambar yang bergerak cepat. “Jadi saat bergerak cepat, gambar tidak kabur,” kata Supriyadi lagi.

Generasi berikutnya adalah TV LCD. Dengan memanfaatkan semacam cairan kristal yang dipasang di antara lapisan layar, penggunaan teknologi LCD tidak hanya diadopsi untuk produksi televisi, tetapi juga untuk monitor komputer, display kokpit pesawat hingga jam tangan.

Dibandingkan dengan dua jenis pesawat televisi sebelumnya, LCD memang jauh lebih ringan, namun bukan berarti tanpa kekurangan. LCD memiliki keterbatasan sudut pandang. Saat dilihat pada sudut tertentu, gambar TV LCD tak bisa terlihat sempurna, seperti tampak ada bayangan hitam.

Layarnya yang lebih tipis juga membuat LCD lebih rentan terhadap kerusakan akibat goresan atau tusukan. Sementara itu, generasi teranyar dari televisi, LED diklaim memiliki resolusi dan detail gambar yang lebih sempurna.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…