Minggu, 21 Maret 2010 21:44 WIB Women Share :

Ada yang setia dengan TV tabung

Pesawat televisi yang langsing dan ringan seperti LCD dan plasma TV memang menggoda. Namun tak semua orang gampang beralih hati pada televisi generasi baru tersebut. Ada saja pembeli yang masih setia dengan TV tabung yang berat dan lebih gendut.

“Terus terang, saya masih lebih sreg dengan TV tabung. Ukurannya memang tidak terlalu ramping, tapi TV tabung sekarang masih jauh lebih langsing daripada TV zaman dulu,” kata Hadi, warga Panularan, Laweyan, Solo yang ditemui saat asyik memilih pesawat televisi di salah satu toko elektronik.

Alasan Hadi setia pada TV tabung boleh dibilang sangat sederhana. Ia mengaku sudah terbiasa dengan TV semacam itu. Lebih dari itu, daya tahan TV tabung atau CRT yang cukup lama —bisa mencapai lebih dari 10 tahun— juga jadi alasan Hadi tetap setia. “Yang paling penting sih, harganya lebih murah daripada TV LCD atau plasma,” katanya setengah bergurau.

Setelah setengah jam memilih dan mengamati aneka TV yang terpampang di toko, pilihan pun jatuh kepada sebuah TV tabung merek LG berukuran 21 inci. Menurut ayah dengan tiga putra ini, ukuran itu sesuai dengan ukuran kamarnya yang tidak terlalu besar.

Lebih murah
Hadi rupanya bukan satu-satunya pembeli yang setia dengan karakter TV tabung, Agus Hariyadi dari Semeru Elektronik mengaku peminat TV tabung di Solo masih cukup tinggi. Harga yang relatif murah jadi alasan utama.

Sebagai gambaran, harga TV tabung umumnya berkisar Rp 1 jutaan atau lebih. Jauh lebih murah dibandingkan dengan LCD TV yang dihargai di atas Rp 5 juta.

Perbandingan ukuran panjang dan lebar TV tabung juga dirasa lebih familier di mata banyak orang. TV generasi baru memiliki perbandingan ukuran 16:9, sehingga menampilkan gambar yang lebih melebar. Dengan ukuran seperti ini, TV paling sesuai untuk menyaksikan film layar lebar. Kondisi tersebut tentu kurang sesuai dengan kebiasaan banyak orang yang terbiasa melihat gambar dengan perbandingan ukuran 4:3, perbandingan ukuran standar yang ditampilkan TV tabung.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…