Sabtu, 20 Maret 2010 13:06 WIB News,Hukum Share :

Wagub Jabar kaget, ada teroris alumni IPDN

Bandung— Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengaku terkejut dengan ditangkapnya salah satu alumni Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) yang diduga terlibat dalam kasus terorisme.

“Ya, saya suprise. Kapan beritanya, belum dengar,” kata Dede usai mengikuti Rapat Paripurna Panitia Khusus Kinerja Badan Usaha Milik Daerah, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Jumat (19/3) malam.

Dari daftar tujuh puluh satu tersangka teroris, tiga di antaranya adalah jebolan sekolah kedinasan yang mencetak pamong. Mereka adalah Yudi Zulfahri alias Barok, Agam Fitriadi alias Afit alias Syamsil. Keduanya merupakan putra daerah asal Aceh.

Sementara seorang lagi bernama Gema Awal Ramadhan alias Ahmad Alias Abu Heidir asal Medan. Berdasarkan catatan tahun 2007, Gema pernah terlilit perkara penganiayaan Praja Wahyu Hidayat bersama sembilan praja lainnya. Gema tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumedang.

Terkait hal itu, Dede mengatakan keterkaitan Gema dengan jaringan teroris yang beberapa hari lalu berhasil dilumpuhkan Datasemen Khusus 88 Markas Besar Polri, dapat diketahui dari aktifitas yang dilakukan Gema semasa ia tinggal di kampusnya.

“Mungkin saja STPDN-nya tidak tahu, tapi kan bisa ditelusuri dia dari kelompok apa, dapat pelajaran apa, dari situ bisa ketahuan,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku belum terpikirkan untuk menelusuri lebih jauh keterlibatan PNS dalam jaringan teroris. “Belum sempat terpikir ke sana. Yang perlu diperhatikan adalah yang melakukan pola itu, bukan PNS-nya. Karena kan ada beberapa ribu PNS,” imbuhnya.

dtc/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….