Sabtu, 20 Maret 2010 09:29 WIB Pendidikan Share :

UN di 11 SMA/SMK di Yogyakarta diawasi khusus

Yogyakarta— Sebanyak 11 SMA/SMK akan mendapat pengawasan khusus karena sekolah-sekolah itu terindikasi melakukan kecurangan pada Ujian Nasional 2009.

Ketua Pelaksana Ujian Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Baskara Aji mengatakan, pengawasan lebih ketat dilakukan dengan menambah jumlah pengawas di sekolah-sekolah itu.

”Tiap sekolah mungkin akan ditambah 2-3 pengawas lagi,” ujarnya, Sabtu (20/3).

Penyelenggaraan ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA, yang mulai berlangsung 22 Maret 2010, diawasi ketat untuk menjamin kredibilitasnya. Hal ini dilakukan karena hasil ujian nasional pada 2012 diupayakan menjadi salah satu pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri.

Rektor Universitas Negeri Jakarta yang menjadi Ketua Tim Pemantau Independen Ujian Nasional (UN) 2010 khusus Wilayah DKI Jakarta, Bedjo Suyanto mengatakan, pengawasan di kelas dilakukan guru dan tim pengawas perguruan tinggi.

”Perguruan tinggi dilibatkan sampai pengumpulan dan proses scanning lembar jawaban,” kata Bedjo.

Ketua Komite III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulistiyo mengatakan, anggota DPD secara tidak langsung akan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ujian nasional. ”Hasil pengawasan DPD akan kami sampaikan sebagai masukan kepada pemerintah,” kata Sulistiyo.

kompas/rif

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…