Sabtu, 20 Maret 2010 10:37 WIB News Share :

Pengungkapan kasus sejumlah politisi bernuansa politis

Jakarta— Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi menilai, pengungkapan kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah politisi di DPR punya nuansa kuat untuk melemahkan serangan politik yang diarahkan kepada pemerintah pascarekomendasi DPR mengenai kasus Bank Cantury.

“Ini tujuannya bukan untuk pemberantasan korupsi, tetapi untuk menyerang lawan politik agar posisi mereka lemah,” ujar Yuddy di Jakarta, Sabtu (20/3).

Mantan politisi Partai Golkar ini menambahkan, nuansa politik pengungkapan kasus korupsi terlihat ketika sejumlah politisi dari PDIP, Golkar, PPP, dan PKS disangkutkan dengan kasus korupsi. Selain itu, momennya setelah ada rekomendasi DPR mengenai kasus Bank Cantury.

Di sisi lain, pengusutan kasus Bank Cenury sendiri yang sudah merupakan amanat DPR belum dijalankan. “Kalau begini namanya standar ganda, dan terkesan sebagai lelucon saja,” tutur Yuddy.

Bagi Yuddy, kasus Bank Century harus menjadi momen bagi pemberantasan korupsi secara total, baik di pemerintahan maupun partai politik. Pemerintah harus benar-benar menuntaskan kasus yang melibatkan uang Negara Rp 6,7 triliun rupiah itu.

Sedangkan, partai-partai politik juga harus membersihkan kader-kadernya yang terlibat korupsi. “Dengan demikian, partai politik juga punya kekuatan moral untuk menekan pemerintah,” papar Yuddy.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…