Sabtu, 20 Maret 2010 18:43 WIB Boyolali Share :

Pasca pelemparan batu, semua berkomitmen jamin UN lancar

Boyolali (Espos)–Pasca aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh sejumlah siswa SMK Ganesha Tama Boyolali ke gedung Kampus II SMK Muhammadiyah 4 yang berlokasi di Jl Kemuning, Boyolali, Jumat (19/3), semua pihak terkait sudah dikumpulkan di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Boyolali, Sabtu (20/3).

Kepala Disdikpora Kabupaten Boyolali, Drs Mulyono Santoso MSi menyatakan pihaknya sudah mengumpulkan dari kedua sekolah tersebut yaitu kepala sekolah, pembina OSIS dan Ketua OSIS serta jajaran Polres Boyolali.

“Dari semua unsur sudah kumpul. Semua sudah komitmen <I>clear<I> dan ikut menjamin agar UN lancar,” kata Mulyono saat ditemui wartawan di kantornya, Sabtu (20/3).

Mulyono mengatakan, semua saling memahami dan sementara ini penyebab aksi itu adalah rasa ketersinggungan yang besar. Yaitu, adanya corat-coret yang terlalu ditanggapi serius. Padahal, imbuhnya, banyak corat-coret lain yang tertulis di mana-mana yang isinya senada atau lebih parah.
Dia melihat ada juga indikasi provokator dari pihak lain yang memicu terjadinya tawuran itu.
Mulyono berharap kejadian itu tidak mempengaruhi pelaksanaan UN di wilayah Boyolali.

Saat ditanya adanya isu tentang bocoran jawaban UN di internet, Mulyono menegaskan, pihaknya sudah meminta kepada kepala sekolah agar melakukan antisipasi. Sehingga, jangan sampai murid-murid terpengaruh isu-isu adanya bocoran jawaban UN baik di internet atau dengan cara lainnya.

nad

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…