Sabtu, 20 Maret 2010 22:10 WIB Solo Share :

KPK-media saling membutuhkan

Solo (Espos)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada pemilahan informasi kepada masyarakat tentang proses hukum kasus korupsi yang sedang mereka tangani. Dengan demikian, diharapkan masyarakat selalu bisa memperoleh informasi yang benar.

Hal tersebut dikatakan Fungsional Humas KPK, Irsyad Prakarsa pada Seminar Nasional <I>Peran Jurnalistik Dalam Pemberantasan Korupsi<I> yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Scienta di Kampus MIPA UNS, Sabtu (20/3).

“Selama proses sudah memasuki penyidikan, tidak ada informasi yang kami tutupi,” kata dia.
Sementars itu, seminar tersebut juga menghadirkan redaktur Harian Umum SOLOPOS, Riyanta dan Dosen Jurusan Komunikasi FISIP UNS, Sri Herwindya Baskara.

Irsyad menambahkan, KPK dengan media memiliki hubungan saling membutuhkan. KPK butuh media untuk menyebarkan informasi tentang berbagai hal yang menyangkut pemberantasan korupsi, sementara media memiliki idealisme yang sama dalam pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Riyanta menambahkan, meski saling membutuhkan, KPK dan media merupakan dua institusi yang independen dan tidak boleh diintervensi.

“Keduanya saling membutuhkan, tetapi tetap berdiri sendiri. Dalam menyajikan berita, pers selalu mendasarkan pada fakta yang ada. Sehingga berita sebagai produk pers bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

alo

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…