Sabtu, 20 Maret 2010 13:29 WIB News,Hukum Share :

Kompolnas dukung Susno ungkap Markus

Semarang— Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Novel Ali mengaku, sangat salut dengan langkah Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Susno Duadji yang mengungkap ada sejumlah anggota kepolisian terkait dalam kasus dugaan manipulasi pajak senilai Rp 25 miliar.
“Ungkapan Susno seperti menjadi perlawanan ketidakterbukaan di tubuh Polri selama ini,” kata Novel Ali kepada Tempo, Jum’at (19/3).

Kompolnas, kata Novel, mendukung upaya Susno untuk membuka tabir raktek-praktek buruk yang dilakukan sejumlah petinggi Polri. Novel memperkirakan, jika memang tidak ada aral melintang maka bisa saja para petinggi yang disebut Susno akan terungkap.

Menurut dia, sebelum Susno mengungkapkan keburukan anggota Polri, tentu ia sudah memiliki hitungan dan prediksi sendiri. “Dia tidakmungkin bohong kan? Kalau bohong maka justru akan riskan sekali,” kata Novel, “Susno tentu memiliki dokumen fakta yang kuat sehingga berani membuka ke publik.”

Namun,Novel melanjutkan, Kompolnas meminta agar Susno harus bisa fair dalam persoalan ini. Untuk itu, ia meminta agar Susno tetap memenuhi panggilan Mabes Polri untuk dimintai keterangan. “Susno jangan hanya mengadu ke Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum dan menggelar konferensi pers di hadapan media massa,” katanya.

Sebab, kata Novel, institusi Polri juga memiliki kode etik dan ranah disiplin yang harus dipatuhi seluruh anggotanya, termasuk Susno. Selain itu, kedatangan Susno untuk memberi keterangan ke institusi Polri sangat diperlukan agar ada informasi data yang seimbang.


tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…