Sabtu, 20 Maret 2010 07:18 WIB Issue Share :

Hari ini, 6 peserta SBC diberangkatkan ke Den Haag

Solo (Espos)–Enam peserta Solo Batik Carnival (SBC) siap tampil ke perhelatan Pasar Malam Indonesia 2010, di Den Haag, Belanda, Kamis-Senin (1-5/4). Mereka akan bertolak ke Belanda, Selasa (30/3) ini untuk mengisi acara yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag tersebut.

“Pasar Malam Indonesia merupakan kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia. Dan keberangkatan SBC dibiayai sepenuhnya dari Kementerian Luar Negeri RI, yang mengundang SBC ke sana,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo dalam jumpa pers, Senin (29/3), di kantor Disbudpar Solo.

Ketertarikan Kementerian Luar Negeri RI untuk memakai SBC dalam acara-acara budaya dan pariwisata di luar negeri mengundang keuntungan besar bagi branding Kota Solo. Sebelumnya, SBC telah tampil dalam parade internasional Chingay di sirkuit formula satu (F1) di Singapura.

“Banyaknya acara di luar negeri yang memakai SBC, tentu akan memudahkan branding Kota Solo ke mata dunia. Rencananya SBC juga akan ke Shanghai, China. Pihak sana, sudah menyampaikan undangan itu secara lisan pada Walikota Solo,” beber Purnomo.

Di Belanda nanti, peserta SBC tersebut akan menampilkan performance di atas panggung. Mereka juga akan berparade memamerkan kostum mereka. Kostum yang mengangkat corak batik sebagai ikonnya tersebut, terilhami dari bentuk merak hijau, dodot soga, panji biru, dan kelana merah. Selain itu, mereka juga akan membagi-bagikan leaflet mengenai calender event Kota Solo.

Dia menambahkan, Pasar Malam Indonesia 2010 tersebut tak hanya diisi oleh peserta SBC saja. Beberapa kota lain, seperti Maluku  ikut tampil di perhelatan tersebut.

“Namun, SBC satu-satunya peserta yang dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri RI. Dan keenam peserta itu, adalah Tomy, Yanuar, Arifatul Uliana, Mery, Ning , dan Quintanova sebagai leader-nya,” tambah Purnomo.

hkt

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…