Sabtu, 20 Maret 2010 23:22 WIB News Share :

Dokter dan perawat RSUD Aceh mogok

Aceh— Selama empat hari berturut-turut, puluhan dokter bedah dan perawat di RSUD dr Zainoel Abidin Aceh mogok kerja. Informasi yang dihimpun, aksi mogok ini dipicu oleh biaya insentif dokter dan perawat yang tidak diberikan selama lima bulan.

Para dokter dan perawat itu mendengar bahwa uang insentif dari Kemenkes di Jakarta telah diserahkan ke pihak RSUD. Hanya saja, dana insentif itu masih belum dicairkan.

Direktur RSUD Zainol Abidin, dr Taufik Mahdi membantah adanya informasi itu. Namun, dia juga mengakui adanya tuntutan agar insentif mereka dibayarkan.

Untuk meredam dan jangan sampai masalahnya berlarut-larut, Direktur RSUD memanggil dokter dan perawat untuk mencari solusi berlangsung di ruang komite keperawatan rumah sakit setempat.

Meski begitu, para dokter dan perawat itu masih melakukan aksi mogok sampai Sabtu (20/3).

“Kita hanya bisa mengimbau kepada dokter dan perawat untuk menghentikan aksi mogok operasi. Sebab, yang kita pikirkan sekarang adalah pasien sangat membutuhkan tenaga mereka,” harap dr Taufik.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…