Sabtu, 20 Maret 2010 19:39 WIB Ekonomi Share :

Batal, pemangkasan alokasi gas untuk industri

Jakarta— Pemerintah memutuskan tidak ada pemangkasan pasokan gas untuk industri. “Jadi tidak ada pengurangan gas untuk ritel industri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/3) malam.

Ia menegaskan tidak ada pemangkasan pasokan gas untuk sektor industri. “Saya tidak mau industri kita terganggu karena ada banyak tenaga kerja di situ,” katanya. Saat ini, yang menjadi prioritas pemerintah adalah mengatasi krisis pasokan gas untuk industri.

Ke depannya ia menjamin tidak akan ada lagi pemangkasan pasokan gas ke industri. Pokoknya, kata dia, kebijakan pemerintah lebih mengutamakan kebutuhan domestik. Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

Hatta mengatakan rencana pemangkasan pasokan 20 persen yang diminta oleh PT Perusahaan Gas Negara itu sudah bisa diselesaikan. Pemenuhan pasokan gas sebesar 329 juta kubik kaki per hari untuk industri akan dipenuhi dari sejumlah ladang gas.

Ia menerangkan, ladang gas itu seperti bersumber dari gas milik Medco di lapangan Lematang, Sumatera Selatan, sekitar 50 juta kubik kaki per hari, kemudian diambil dari Blok Offshore North West Java sekitar 15 sampai 20 juta kubik kaki per hari.

Menurut Hatta, lapangan Lematang sudah bisa dilauncing pada April nanti. Sehingga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan soal pasokan gas dari ladang tersebut. Pemerintah juga sedang mempercepat eksplorasi Blok Cepu, Jawa Timur, yang punya potensi sekitar sekitar 40-an uta kubik kaki per hari.


tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…