Sabtu, 20 Maret 2010 20:17 WIB Sragen Share :

Bangunan SDN Wonotolo I rusak disambar petir

Sragen (Espos)–Ruang kelas VI SDN Wonotolo I di Dukuh Plalang, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Sragen rusak parah setelah tersambar petir saat hujan mengguyur desa itu, Jumat (19/3) malam, sekitar pukul 23.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya kerugian material diperkirakan mencapai Rp 40 juta.

Sebanyak 16 siswa kelas VI terpaksa menempati ruang belajar darurat bekas sekolah taman kanak-kanak (TK) yang masih dalam satu kompleks SD itu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena ruang kelas VI tidak bisa dipergunakan.

Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu (20/3), peristiwa itu berawal saat hujan turun cukup deras sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah hujan menguyur sekitar 45 menit, terdengar suara petir menyambar cukup keras, hingga warga sekitar yang masih terjaga tersentak.

Sekitar pukul 00.15 WIB, Sabtu dinihari, terdengar suara petir kali kedua saat intensitas hujan mulai reda dan petir itu mengenai antena komunikasi HT yang dipasang di sekolah tersebut. Aliran petir yang mengandung listrik tegangan tinggi langsung merusakan semua jaringan listrik semua ruang sekolah, termasuk sejumlah barang elektronik lainnya.

”Saat mendengar petir tiba-tiba lampu mati pada satu kampung ini. Saya mengetahui benar ada percikan api dan seperti sambaran petir yang mengenai salah satu ruang sekolah itu yang terletak dipinggir sawah. Keesokan harinya saya periksa, dan ternyata gentingnya sudah rusak, antena rusak, semua jaringan kabel juga putus, termausk meteran listrik juga rusak semua,” ujar Siswo Diharjo, 62, Warga Plalang RT 11/RW I yang tinggal persis di sisi timur sekolah itu.

Setelah menerima laporan pihak kepala sekolah dan penjaga sekolah segera melakukan pemeriksaan dan melakukan inventarisasi kerusakan bersama perangkat Desa Wonotolo. Dari hasil inventarisasi sekolah, menurut pejaga SDN Wonotolo I, Tri Muryadi, sebanyak dua unit komputer rusak, satu unit HT rusak, Stabiliser satu unit, radio, kipas angin dan meteran listrik. Di samping itu, sambung dia, kondisi plafon ruang kelas VI dan gentingnya rusak semua. Dia menerangkan, kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta.


trh

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…