Jumat, 19 Maret 2010 17:19 WIB Issue Share :

Solo jadi tempat syuting film Roman Picisan

Solo (Espos)–Film besutan Rako Prijanto berjudul Roman Picisan mengambil lokasi syuting di kawasan Kota Solo. Film bergenre drama ini, antara lain dibintangi Tora Sudiro, Artika Sari Devi, Inez Tagor, dan Nungki Kusumastuti.

Film yang diproduksi MD Pictures dan R Film tersebut mengambil lokasi syuting di Solo selama enam hari. Sabtu (20/3), adalah terakhir bagi Tora Sudiro dkk untuk menjalankan proses syuting Roman Picisan di Kota Budaya ini.

“Film ini mengambil lokasi syuting di Solo dan Bali. Kenapa dipilih Solo, karena background ceritanya sangat cocok dengan kawasan ini,” papar Rako Prijanto saat dijumpai wartawan di sela-sela proses syuting, Jumat (19/3), di Depo Lokomotif dan Kereta Api Solo Balapan, Daop VI Yogyakarta, di Solo.

Roman Picisan merupakan film Rako Prijanto ke-11, setelah dirinya banyak menyutradarai film komedi. Film ini mengisahkan kehidupan tokoh Canting (Artika Sari Devi), seorang anak dosen dan pengusaha batik. Canting yang hidup dalam lingkup kebudayaan pada akhirnya bertemu dengan sosok Raga (Tora Sudiro).

Sebagai orang yang menjunjung tinggi kebudayaan, Canting menganggap pernikahan adalah sesuatu hal yang sangat penting. Sedangkan Raga, pria yang tinggal di Bali adalah orang yang berjiwa bebas. Di titik itulah intrik drama kehidupan mulai terjadi. Meskipun karena kekuatan cinta keduanya bisa dipersatukan.

Selain Depo Lokomotif dan Kereta Api Solo Balapan, Daop VI Yogyakarta, film Roman Picisan antara lain mengambil lokasi syuting di Kampung Batik Laweyan dan Keraton Solo. Rako yang bekerjasama dengan Tora di sejumlah film seperti Preman in Love dan Benci Disco menganggap, struktur bangunan kuno dan industri batik yang berkembang di kota ini, menjadi alasan dipilihnya Kota Solo sebagai lokasi syuting film Roman Picisan.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…