Jumat, 19 Maret 2010 17:48 WIB Solo Share :

Soal pelaksanaan PKMS, RS “nakal” diduga tarik biaya pasien

Solo (Espos)–Komisi IV DPRD Solo mendapatkan laporan dugaan penarikan biaya terhadap warga yang masuk dalam program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) di salah satu rumah sakit (RS) swasta. Penarikan dilakukan dengan cara pembulatan biaya hingga maksimal klaim peserta PKMS.

“Ada laporan semacam itu. Namun, belum kami kroscek. Kami minta DKK benar-benar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program PKMS ini,” ungkap Ketua Komisi IV, Zaenal Arifin kepada wartawan di Gedung Dewan, Jumat (19/3).

Dia mengatakan, dari laporan yang masuk memang hanya ada satu RS swasta yang diduga melakukan penarikan biaya terhadap pasien PKMS.
Dalam pelaksanaan program PKMS ini, ada 13 RS swasta dan satu RS pemerintah yang menerima pasien PKMS.

Zaenal mencontohkan, pasien yang masuk program PKMS silver, tagihan maksimalnya adalah Rp 2 juta. Ketika ada pasien yang menghabiskan biaya Rp 1,5 juta, pihak rumah sakit memaksakan menggenapi biaya menjadi Rp 2 juta.

“Jadi digenapkan oleh RS. Kalau habis Rp 1,5 juta digenapkan menjadi Rp 2 juta dan biaya Rp 500.000 itu dibebankan kepada pasien. Melihat kondisi semacam ini, kami minta DKK melakukan pengawasan pelaksanaan program ini,” kata dia.

Dia menyatakan, ketika menjalankan program PKMS, pihak RS memang tidak terlalu diuntungkan. Sebab, program itu disubsidi dan membantu masyarakat miskin. Sehingga, kata dia, kadang RS menggunakan obat yang di luar PKMS dan akhirnya menjadi tanggungan pasien.

“Ada yang komplain ke kami seperti itu. PKMS ini kan tujuannya baik, namun juga harus disertai dengan pemantauan yang baik juga. Masalah seperti ini muncul karena sebagian pengguna PKMS juga belum mengetahui,” tegas Zaenal.

dni

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…