Jumat, 19 Maret 2010 08:07 WIB Solo Share :

Pelebaran Jalan Kapten Mulyadi, rumah-rumah kuno bakal dikepras

Solo (Espos)–Rencana penataan dan pelebaran jalan di jantung Kota Solo, yakni Jalan Kapten Mulyadi tahun 2010 ini bakal berdampak serius. Penyebabnya, sejumlah bangunan-bangunan kuno yang dibangun sebelum terbit rencana umum tata ruang kota (RUTRK) bakal kena gusur lantaran tak lagi sesuai dengan RUTRK sekarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Agus Djoko Witiarso mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah serius melalukan pendataan sejumlah bangunan-bangunan kuno yang bakal kena kepras akibat pelebaran jalan tersebut.

Sementara, bangunan-bangunan terbaru yang izin pendiriannya telah mengacu RUTRK tak menyisakan masalah sama sekali.

“Kami belum bisa menyebutkan berapa saja bangunan kuno yang bakal kena row lane akibat pelebaran jalan itu. Yang jelas, inventarisasi bangunan sudah dimulai,” terangnya ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (18/3).

Sebelum melakukan pengeprasan atas sejumlah bangunan kuno, terang Agus, pihaknya akan melakukan kajian intensif terlebih dahulu tentang kepemilikan bangunan kuno serta sejumlah bangunan yang memiliki nilai historis budaya di sepanjang jalan tersebut.

“Jadi, tak serta merta kami kerja. Kami menggandeng berbagai pihak, mulai DTRK , Bappeda, DPP, Satpol PP, DKP serta sejumlah intansi terkait lainnya,” terangnya.

Selain itu, menurut Agus, pihak-pihak yang memiliki bangunan kuno di sana juga akan diajak berembug setelah dilakukan sosialisasi terkait pelebaran jalan tersebut.

Yang jelas, lanjutnya, bangunan-bangunan kuno yang akan diinventarisir tersebut terhitung mulai pertigaan Warung Pelem Kelurahan Sudiroprajan Jebres hingga jembatan gantung. Kemudian dari jembatan gantung hingga ke Gedung bersejarah Dewan Harian Cabang (DHC) ’45.
Dan dari DHC 45 hingga ke Jalan Untung Suropati dilanjutkan ke Perempatan Baturono.

asa

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…