my.opera.com
Jumat, 19 Maret 2010 16:04 WIB Boyolali Share :

Lagi, gedung SMK Muhammadiyah 4 dilempari batu

Boyolali (Espos)–Aksi pelemparan batu oleh puluhan pelajar kembali terjadi di gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 4 Boyolali, Jumat (19/3). Kali ini, yang menjadi sasaran pelemparan batu adalah gedung kampus II SMK Muhammadiyah 4 yang berlokasi di Jl Kemuning, Boyolali.

Pantauan Espos di lokasi kejadian, Jumat, aksi pelemparan batu yang diduga dilakukan oleh sejumlah siswa SMK Ganesha Tama, Boyolali tersebut, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Padahal pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas Polres Boyolali bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pihak sekolah, baik dari SMK Muhammadiyah 4 Boyolali maupun SMK Ganesha Tama, telah melakukan pembinaan kepada para siswa di dua sekolah tersebut.

Aparat bahkan melakukan penyisiran, dengan menggeledah tas milik para siswa di masing-masing kelas yang ada di sekolah-sekolah itu untuk memastikan mereka tidak membawa peralatan yang tidak seharusnya dibawa ke sekolah, misalnya senjata tajam.

Penyisiran selesai dilakukan pada sekitar pukul 10.00 WIB dan hasil penggeledahan oleh aparat pada pagi itu, tidak ada satu pun siswa yang diketahui membawa senjata tajam.

Namun sekitar pukul 11.30 WIB, ratusan siswa dan para guru yang berada di gedung kampus II SMK Muhammadiyah 4 dikejutkan dengan aksi pelemparan batu oleh segerombolan pelajar yang melewati sekolah itu dengan mengendarai sepeda motor.

Sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 4 sempat berniat membalas dengan melemparkan batu, namun dapat segera dicegah oleh para guru.

“Saat siswa sedang menunggu salat Jumat, tiba-tiba ada puluhan anak yang lewat depan sekolah lalu melempari gedung sekolah dengan batu. Untung tidak ada yang terluka. Tapi kami tidak tahu mereka dari sekolah mana saja karena sebagian besar mereka mengenakan seragam Pramuka,” ungkap salah seorang guru SMK Muhammadiyah 4, Surati, saat ditemui wartawan di gedung kampus II SMK Muhammadiyah 4.

Namun aksi pelemparan batu oleh segerombolan siswa itu mendapat kecaman dari warga yang tinggal di sekitar gedung kampus II SMK Muhammadiyah 4.

Warga merasa aksi anarkis para pelajar tersebut mengganggu dan telah meresahkan sehingga warga pun berniat akan mengambil sikap tegas apabila peristiwa itu terjadi lagi di wilayah itu.

sry

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…