Jumat, 19 Maret 2010 11:41 WIB News Share :

Bengawan Solo meluap, puluhan rumah di Bojonegoro terendam

Bojonegoro— Akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, sekitar 80 rumah di Kabupaten Bojonegoro terendam banjir, Jumat (19/3). Pemerintah Bojonegoro meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan naiknya air jika daerah hulu hujan deras.

Ketinggian air Bengawan Solo pada Jumat pukul 06.00 WIB di papan duga Karangnongko, Kecamatan Ngraho, di titik 27.00 phielscall dan cenderung turun. Sebaliknya ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo, Kota Bojonegoro, pada jam yang sama berada di kisaran 14.49 phielscall (siaga dua—14.00 phielschaal) atau naik sekitar 12 sentimeter.

Di Bojonegoro Kota, banjir menyasar ke beberapa perkampungan, terutama yang berlokasi di bantaran Bengawan Solo, seperti Ledok Kulon, Ledok Wetan, Jetak, Banjarejo. Tercatat sekitar 45 rumah terendam air dengan ketinggian antara 20 hingga 40 sentimeter. Sebagian besar banjir terjadi di rumah yang berlokasi di dalam tanggul Bengawan Solo.

Banjir juga merendam sejumlah rumah di Kecamatan Dander, Kalitidu, Trucuk dan sebagian di Purwosari. Di Desa Ngulanan dan Jarakan, Kecamatan Dander, air sudah menggenangi jalan desa tinggi sekitar 40 sentimeter.

Pemerintah Bojonegoro, telah menyiapkan lokasi penampungan di Gedung Serba Guna di Jalan KH Mas Mansyur. Sedangkan Kecamatan Trucuk juga telah menyiapkan lokasi penampungan bagi korban banjir, jika airnya terus meningkat.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jonny Nur Haryanto, mengatakan dengan posisi siaga dua banjir, maka ketinggian air bisa saja terus naik. Tetapi, dengan catatan kawasan hulu Bengawan Solo terjadi hujan, terutama di Madiun, Ngawi, Solo, dan Sragen.

Jika daerah itu serentak terjadi hujan, maka air akan bertemu di daerah Dungus, Ngawi. “Maka, kita minta masyarakat waspada,” tegasnya.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…