Jumat, 19 Maret 2010 14:59 WIB Ekonomi,Solo Share :

Bangkrut, 18 apotek di Solo tutup

Solo (Espos)–Sebanyak 18 apotek di Kota Solo resmi ditutup sepanjang 2009 hingga Maret 2010. Sebagian besar apotek tersebut mengajukan permohonan tutup karena bangkrut. Dengan tutupnya belasan apotek itu, saat ini di Kota Bengawan tersedia 138 apotik.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Usaha Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati jumlah apotek yang tersedia tersebut mencukupi untuk mengkover kebutuhan pelayanan obat-obatan bagi masyarakat Solo.

Setyowati menerangkan, tren jumlah apotek di Solo, setiap tahun, tidak banyak berubah. Meskipun sejumlah pemilik modal atau apoteker mengajukan permohonan izin membuka apotek, namun kenyataannya banyak pula apotek yang tutup. Pada tahun 2009 misalnya, DKK Solo mencatat sembilan apotek tutup, sedangkan enam apotek buka.

“Tahun 2009 dan 2010, total ada 18 apotek yang tutup. Sedangkan permohonan izin membuka apotek dalam waktu yang sama ada delapan. Sebagian besar memang disebabkan persoalan materi, apotek yang tutup tidak mampu menutup biaya operasional,” jelas Setyowati, saat dijumpai wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (19/2).

Di samping persoalan materi, persaingan yang kian ketat antara para pelaku usaha di bidang penyediaan obat-obatan juga berpengaruh terhadap tren tutupnya sejumlah apotek di Solo.


tsa

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….