Jumat, 19 Maret 2010 07:13 WIB Pendidikan Share :

40% siswa SMA/MA di Solo tak lulus try out bersama

Solo (Espos)–Sekitar 40% siswa SMA dan MA dinyatakan tidak lulus pada try out atau latihan ujian bersama yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, faktor ketidaklulusan ditunjang karena sejumlah siswa salah dalam mengisian lembar jawab.

Menurut Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Solo, Edy Pudiyanto, sedikitnya dalam mempersiapkan UN masing-masing sekolah memberikan pelatihan soal kepada siswa sedikitnya sembilan kali.

Dia mengatakan, secara kemampuan akademik sejumlah siswa tersebut telah menguasai materi pelajaran yang diujikan, namun ada beberapa faktor seperti ketelitian dalam pengisian lembar jawab komputer yang menjadi kendala utama.

“Kebiasaan menjawab di lembar soal dan tidak sekaligus menandai di lembar jawab, seringkali terjadi. Akibat fatalnya data yang di input menjadi salah,” ungkap dia ketika dijumpai Espos di Solo, Kamis (18/3).

Selain itu, sambung dia, faktor psikologis seperti cemas berlebihan dinilai mendominasi pada saat ujian berlangsung. Berdasarkan pemantauan, dalam sepekan ada sejumlah siswa yang mengalami sakit secara mendadak seperti izin pulang karena pusing, magh maupun tipes. Hal tersebut terjadi karena mereka terlalu tegang dan stres menghadapi ujian.

Menjelang pelaksanaan UN, sambung dia, pihak sekolah lebih ditekankan untuk memberikan dorongan yang bersifat bimbingan mental.

“Mereka secara fisik sudah lelah, belum lagi tekanan dari diri mereka sendiri untuk dapat maksimal pada saat UN nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dari data yang dihimpun pada saat penyelenggaraan pelatihan UN bersama tersebut, 60% dari 7.000 peserta dinyatakan memenuhi standar kelulusan yakni 5,5. Namun demikian, dari 40 MA dan SMA yang menyelenggarakan try out tersebut dua sekolah mendapatkan 0% kelulusan. Diakui Edy, pada penyelenggarakan pelatihan ujian tersebut tingkat kesulitan soal dinaikkan dari komponen mudah,sedang dan sulit menjadi sedang dan sulit sehingga hal tersebut akan menjadi kendala bagi siswa yang tidak mempersiapkan diri secara optimal.

das

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…