Kamis, 18 Maret 2010 17:43 WIB Klaten Share :

Warga Troketon tolak pembangunan TPA

Klaten (Espos)–Sejumlah warga Desa Troketon Kecamatan Pedan menolak pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di wilayah setempat sebagaimana direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Sriyono, 27, warga RT 19/IX Dukuh Tandan Desa Troketon saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Kamis (18/3), mengatakan, berita rencana Pemkab Klaten menjadikan wilayah Troketon sebagai TPA sudah didengar sekitar setengah tahun lalu.

Menurutnya, kala itu sejumlah warga sudah diundang oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Troketon untuk membicarakan hal itu. Akan tetapi, warga sudah sepakat untuk menolak rencana Pemkab Klaten menjadikan kawasan Troketon sebagai TPA.

“Keputusan itu sudah ditolak warga. Warga tidak ingan kenyamanannya terganggu dengan kehadiran TPA itu,” papar Sriyono.

Sriyono membantah bahwa jarak antara kawasan yang rencananya dibangun TPA dengan permukiman warga mencapai 1,5 km sebagaimana dilontarkan oleh Kabid Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, Ahmad Wahyudi, sehari sebelumnya.

Menurutnya, jarak antara kawasan yang rencananya dibangun TPA itu mencapai sekitar 600 meter.

“Kalau melewati jalan menuju lokasi memang jaraknya sekitar 1,5 km. Tetapi, jika ditarik garis lurus jaraknya hanya sekitar 600 meter. Jadi masih terlalu dekat dengan tempat tinggal kami,” tandas Sriyono.

Sriyono menambahkan, sebenarnya warga tidak keberatan jika kawasan mereka dibangun fasilitas umum selain TPA. Menurutnya, keberadaan fasilitas umum selain TPA akan membuka lowongan pekerjaan bagi warga sekitar.

Selain mengganggu kenyamanan warga, Sriyono khawatir keberadaan TPA itu akan membuat jalur transportasi di wilayah setempat menjadi rusak.

Hal senada juga dikemukakan warga lainnya, Tawardi, 59. Menurutnya, sedianya Pemkab Klaten bisa meninjau ulang rencana pembangunan TPA yang tak jauh dari tempat tinggalnya tersebut.

mkd

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….