Kamis, 18 Maret 2010 21:18 WIB News Share :

Polri
Teroris ingin bangun Aceh jadi daulah Islam Asia Tenggara

Jakarta--Mabes Polri menemukan bukti bahwa kegiatan para tersangka pelaku teroris di Aceh memiliki perbedaan dengan apa yang pernah dilakukan oleh Dr Azahari maupun Noordin M Top. Berdasarkan keterangan dari pelaku yang ditangkap, ustad Ubaid, tujuan latihan militer mereka adalah untuk mendirikan negara Islam.

“Pelatihan militer di Aceh ini dimaksudkan untuk menjadikan Aceh sebagai wilayah basis perjuangan untuk menciptakan negara Islam Indonesia dan Daulah Islam Asia Tenggara,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonag di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Menurut Edward, mereka selain melakukan latihan militer juga turun ke desa-desa untuk melakukan pembinaan masyarakat agar mendukung programnya. Selain itu mereka juga telah mensurvei tempat-tempat pemerintahan.

“Tempat yang telah disurvei adalah kantor PBB di Banda Aceh, Kantor Polisi, kantor-kantor tentara,” jelas Edward.

Edward menambahkan, potensi ancaman kelompok ini sangat besar. Meski demikian, Edward mengaku polisi tidak sepenuhnya percaya kalau mereka telah melakukan perubahan pola penyeragan.

“Kita masih dalami, bisa saja ada teori penyesatan, kita tidak percaya begitu saja. Kita akan kroscek dengan data intelejen Polri dan instansi terkait, belum ada kesimpulan ke arah situ tetapi data itu penting untuk kita analisis,” terang Edward.

Edward menambahkan, terkait senjata yang dimiliki pelaku mayoritas berasal dari Pulau Jawa. Meski membenarkan beberapa jenis sejata merupakan jenis senjata organik yang biasa dipakai oleh militer, namun Edward menolak kalo telah ada kebocoran sehingga senjata jatuh ke tangan kelompok radikal

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…