Kamis, 18 Maret 2010 08:49 WIB Solo Share :

Pelebaran tanggul Bengawan Solo mandek

Solo (Espos)–Proyek nasional pelebaran dan peninggian tanggul yang sudah dimulai di Kelurahan Pucangsawit Jebres ternyata dalam pelaksanaanya berjalan di tempat alias mandek. Penyebabnya, puluhan hunian liar yang sebelumnya sudah direlokasi dengan cara kirab beberapa bulan lalu, ternyata hanya sebatas ceremonial tanpa dilalui proses pindah yang sesungguhnya.

“Saya itu juga menyaksikan kirab relokasi itu. Lega rasanya hati saya. Tapi, setelah mesin berat saya terjunkan di lokasi, ternyata warganya belum pada pindah semua,” ujar Kasi Pelaksana Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Salimin ATPM ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (17/3).

Atas kondisi itulah, Salimin mengaku tak bisa berbuat banyak dan harus menarik kembali alat berat yang telanjur diterjunkan ke lokasi bantaran.
“Ketimbang kami harus menghadapi konflik sosial dengan warga, lebih baik alat berat saya tarik lagi,” imbuhnya.

Menurut penelusuran Salimin, belum pindahnya warga dari tanah bantaran tersebut disebabkan rumah relokasi yang dijanjikan banyak yang belum jadi. Sehingga, warga pun juga menolak pindah sebelum rumah relokasi yang dijanjikan rampung.

“Saya tak mengerti kenapa rumah relokasi belum jadi. Padahal, perkiraan saya setelah ada kirab ramai-ramai dulu, semua permasalahan warga sudah clear dan warga sudah mengosongkan tanah bantaran. Ternyata masih banyak yang di bantaran,” terangnya.

Terkendalanya proyek pelebaran dan peninggian tanggul di tanah bantaran, menurut Salimin, akan berimbas besar pada proyek Bengawan seluruhnya di Kota Solo. Salah satunya ialah penarikan dana proyek untuk dialihkan ke daerah lainnya yang telah siap.

“Kalau sampai dengan tahun 2010 ini, Pemkot masih belum siap menuntaskan permasalahan warganya, ya terpaksa dana kami alihkan ke daerah lainnya. Kalau tak demikian, dana akan hangus,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Relokasi Antikorupsi (Marak), Joko Prakoso menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus mendesak Pemkot Solo agar menangani langsung program relokasi.
Pihaknya mencatat, masih ada sekian banyak permasalahan relokasi dan warga bantaran yang tak terdata sebagai warga penerima relokasi.

asa

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…