Kamis, 18 Maret 2010 20:35 WIB News Share :

PBNU
tak perlu tolak obama

Jakarta–Rais Syuriah PBNU KH Hafidz Utsman menilai kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tidak perlu ditolak.

“Kita (Indonesia) menempatkan AS sebagai negara sahabat. Kunjungan negara sahabat adalah biasa,” kata Hafidz di Jakarta, Kamis (18/3).

Dikatakannya, kalau memang ada sikap atau kebijakan AS yang dirasa tidak cocok, misalnya terkait Irak dan Palestina, maka hal itu harus dibicarakan.

“Dulu ketika kita dijajah Belanda, kita juga bicara dengan Belanda,” kata ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat itu.

Kedatangan Obama, kata Hafidz, justru harus dimanfaatkan untuk menyampaikan secara langsung aspirasi umat Islam di Indonesia, misalnya terkait terorisme.

“Kita berharap ada pemilahan, harus dibedakan antara terorisme dengan perjuangan sebagaimana yang terjadi di Palestina dan Afganistan,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…