Kamis, 18 Maret 2010 07:43 WIB Ekonomi Share :

Mebel Solo laris di Eropa, eksportir pemula bakal serius garap ekspor

Solo (Espos)--Sejumlah eskportir pemula di Kota Solo didorong serius garap pasar ekspor. Target ini disampaikan, mengingat pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) akhir pekan lalu di Jakarta, produk Solo terutama mebel laris oleh buyer Eropa.

Disampaikan Kasi Industri Kecil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Agus Sisworiyanto, buyer yang meminati produk mebel Kota Solo mayoritas berasal dari Inggris, Kuwait, Jerman dan Prancis.

“Hampir dari lima perajin yang menawarkan produk furniture akar-akaran, jati, ukir kaca dan rotan serta pelepah pohon pisang, bisa deal untuk memenuhi permintaan buyer,” tutur Agus, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (17/3).

Ia mengatakan, pelaku adalah perajin kecil yang belum pernah terjun ke dunia ekspor. Tetapi, dengan produk yang dinilai memiliki keunggulan, kualitas dan daya saing yang tinggi, mereka bisa dengan mudah meraih pasar luar negeri.

“Sehingga, dengan peluang ini mereka (eksportir pemula) bisa serius menggarap pasar ekspor.”

Disampaikannya, furniture akar-akaran yang ditawarkan Unick Jati Craft, menerima order dari buyer asal Inggris, Jerman dan Prancis.
Sementara, produk kayu jati dari CV Pradan dan ukir kaca dan mebel dari Solo Glass&Craft juga diborong buyer asal Kuwait dan Prancis.

Pemilik Solo Glass&Craft, Joko Heruwanto, menyampaikan nilai order produk ukir kayu belum bisa dipastikan.

haw

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…