Kamis, 18 Maret 2010 17:24 WIB Klaten Share :

Angin lisus terjang Juwiring, 4 tiang listrik ambruk

Klaten (Espos)–Angin puting beliung melanda wilayah perbatasan Desa Bolopleret serta Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Rabu (17/3) sore. Sapuan angin kencang mengakibatkan empat tiang listrik di areal persawahan Desa Bolopleret di pinggir jalan Daleman-Juwiring ambruk.

Keterangan yang dihimpun Espos, Kamis (18/3), menyebutkan, robohnya tiang listrik itu menyebabkan aliran listrik di kawasan Pedan, Delanggu dan Juwiring padam selama tiga jam. Hal itu sempat membuat warga di sekitar lokasi khawatir. Untungnya, listrik kembali menyala setelah petugas PLN setempat turun tangan.

Sutimin, 47, warga Mojok, Desa Tanjung, Juwiring mengatakan, angin kencang dan berputar-putar datang bersamaan dengan hujan deras menjelang pukul 15.00 WIB.

“Seng rumah saya sampai terbang ke jalanan. Saya bersama anak cucu panik dan bergegas keluar rumah, tapi kami bingung harus lari ke mana,” ungkapnya.

Dia menuturkan, kepanikannya bertambah lantaran empat unit tiang listrik yang terletak berseberangan jalan dengan rumahnya tiba-tiba ambruk.

“Setelah tiang listriknya roboh, muncul percikan api berwarna biru. Mungkin karena terjadi korsleting. Seketika listrik oglangan dan menyala pukul 18.00 WIB,” katanya.

Sementara, petugas teknik UPJ PLN Delanggu, Suroso, mengatakan, tiang listrik yang roboh merupakan jaringan dobel sirkuit (DS) 20 KV yang mengalirkan listrik ke ribuan pelanggan di tiga kecamatan.

rei/mkd

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…