Rabu, 17 Maret 2010 13:12 WIB News Share :

Umar Patek tak mungkin pulang ke Indonesia

Jakarta–Buron teroris Umar Patek tidak mungkin pulang ke Indonesia. Karena Umar Patek yang namanya disangkutkan dengan Dulmatin, punya keluarga dan jaringan di Filipina.

“Dia (Umar Patek) di Filipina. Saya tahunya dari teman-teman dia di Filipina. Jadi tidak mungkin dia datang ke Indonesia,” kata sumber di Jamaah Islamiyah (JI), Rabu (17/3).

Umar Patek punya jaringan sendiri di Filipina. Meski bukan pemimpin langsung dalam jaringan tersebut, namun Umar Patek dinilai tidak mungkin meninggalkan jaringannya sendiri.

“Istrinya asli orang Moro sana. Dia punya front sendiri. Nama dia nggak begitu dikenal di sana. Dia biasa saja,” imbuhnya.

Sumber di JI itu tidak tahu apa peran Umar Patek dalam bom Bali I. Seperti apa kemampuan Umar Patek, ia pun mengaku kurang tahu.

Sebelumnya Militer Filipina meyakini Umar Patek masih berada di Pulau Sulu, Filipina Selatan yang merupakan basis kelompok Abus Sayyaf.

Umar Patek tidak pernah pergi keluar dari sekitar kawasan Pulau Sulu itu. Pernyataan ini berbeda dengan sikap sejumlah kalangan di Indonesia yang meyakini Umar Patek telah masuk ke Indonesia bersama dengan Dulmatin.


dtc/rif

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…