Rabu, 17 Maret 2010 17:49 WIB Klaten Share :

Troketon disiapkan jadi pengganti TPA Jomboran

Klaten (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan kawasan di Desa Troketon, Pedan sebagai pengganti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jomboran di Desa Jomboran Klaten Tengah yang dinilai sudah overload.

Hal itu merupakan keputusan rapat koordinasi yang digelar jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Komisi III DPRD, dan Satuan Kerja (Satker) Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di ruang B1 Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Klaten, Rabu (17/3).

Kabid Kebersihan dan Pertamanan pada DPU Klaten, Ahmad Wahyudi mengatakan, luas tanah yang disiapkan untuk menggantikan TPA Jomboran di Desa Troketan itu mencapai 10 hektare (ha). Menurutnya, TPA Jomboran harus ditutup pada tahun 2013 karena dinilai sudah overload. Dia mengatakan, kawasan Troketon dinilai lebih ideal sebagai pengganti TPA Jomboran dari segi luas lahan dan letak geografisnya.

ā€œLuas lahan sangat memadai karena lebih dari 10 hentare. Selain itu, letaknya berjarak sekitar 1,5 km dari permukiman penduduk sehingga tidak akan mengganggu kenyamanan warga setempat,ā€ papar Ahmad.

Dia menjelaskan, proyek pembangunanTPA di Troketan direncanakan bertahap. Menurutnya, Pemkab Klaten menargetkan bisa menyelesaikan pembebasan lahan pada tahun 2011. Sementara pada tahun 2012, Pemkab akan menyiapkan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), master plan, dan urusan administrasi lainnya. Sedangkan pada tahun 2013 nanti, proyek pembangunan TPA ini baru dimulai. Dalam hal ini, Pemkab Klaten diberi wewenang untuk menangani pembebasan lahan dan urusan administrasi.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…